Kolaborasi Apik Piano dan Tari Gandrung

Minggu, 30 November 2014 - 10:45 WIB
Kolaborasi Apik Piano...
Kolaborasi Apik Piano dan Tari Gandrung
A A A
SURABAYA - Apa jadinya jika tari tradisional yang biasanya diiringi musik tradisional kini tampil dengan iringan piano.

Gemulai gerak penari ditambah denting merdu piano membuat siapa pun yang menyaksikan terpana. Memadukan dua jenis kesenian yang berbeda, itulah yang dilakukan oleh seorang guru piano sekaliber Maestra Ivon Maria Pek Pien saat tampil dalam acara bertajuk “Spectacular Music Show 2014” di Swiss- Belinn Hotel kemarin.

Keindahan terlihat saat Ivon mengolaborasikan empat penari gandrung asal Kabupaten Banyuwangi dengan kemahirannya memainkan piano. Kolaborasi dengan penari gandrung tersebut diberi nama gandrung variation. Empat orang penari gandrung asli Banyuwangi itu sudah menyiapkan diri selama tiga bulan latihan bersama Ivon.

Uniknya lagi, di pentas tersebut Ivon tidak hanya memainkan grand piano sebagai musik pengiring, tetapi juga memadukan media kertas, kaleng, bola pingpong, gelang gremo, dan beberapa media lain yang sengaja dibuat dengan sistem tuning khusus sehingga menghasilkan bunyi yang sedikit berbeda dari suara grand piano pada umumnya. Supaya unsur tradisionalnya tidak hilang, Ivon juga mengajak seorang pemain kendang untuk berkolaborasi dengannya.

“Permainan grand piano dengan sistem tuning khusus tadi bisa menghasilkan suara rhythm yang rancak dan kuat. Sebagai pendukung tarian ditambah lagi dengan bunyi kendang yang dimainkan langsung oleh rekan saya, Heru,” papar ditemui sebelum konser. Menurut Ivon, mengolaborasikan tari gandrung dengan alunan musik piano merupakan hal yang baru dan rencananya karya tersebut juga akan dipentaskan di Eropa dan Amerika dalam kegiatan world premiere.

Ivon mendapat ilham membuat konser dengan kolaborasi tari gandrung karena saran seorang temannya, Nasar Albatati. Atas saran teman tersebut, dia akhirnya memilih tari gandrung untuk dikembangkan lagi menjadi pentas yang tidak sekadar bisa menikmati tarian, tetapi juga alunan musik yang berbeda.

Tujuan dari konser itu tidak hanya sekadar menunjukkan kreasi-kreasi baru dari dunia musik khususnya karya muridnya, tetapi juga melatih keberanian dan evaluasi diri, mengingat yang terlibat dalam konser tersebut adalah anak-anak muda berbakat di Surabaya. Selain penampilan Ivon, konser yang digelar selama satu jam tersebut juga menyuguhkan penampilan 48 murid dari Wisma Musik Galaxy.

“Konser ini akan menampilkan seluruh murid saya mulai dari yang kecil hingga dewasa mulai dari piano solo, duet, maupun ensembledengan tarian modern dan tradisional, seperti pentas saya yang berjudul ‘Grandrung Variation’,” kata Ivon, sapaan akrab perempuan pemilik Wisma Musik Galaxy Surabaya tersebut. Mengingat konser ini mengambil konsep modern dan tradisional maka beberapa tampilan tetap mengambil unsur klasik, misalnya lagu-lagu yang dibawakan di antaranya sountrack film Twilight seperti A Thousand Year.

Lagu legendaris seperti Love Story juga dibawakan salah satu murid Ivon, yakni David Setiadi Lianto, Dewi Karina, Brillian Wilis, dan Laura Angelo Ongko. Tampilan ini dikemas dalam konsep ensemble dan dibarengi dengan tampilan para penari.

Mamik wijayanti
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
37 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved