Solo Kekurangan Guru SD dan Tenaga Kesehatan

Senin, 03 November 2014 - 16:18 WIB
Solo Kekurangan Guru...
Solo Kekurangan Guru SD dan Tenaga Kesehatan
A A A
SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kekurangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk formasi guru dan tenaga kesehatan. Sehingga, tahun depan Pemkot Solo akan mengajukan kekurangan pegawai itu kepada pemerintah pusat.

Kepala Bdiang Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Solo Lancer S Naibaho mengatakan, pengajuan itu akan tetap dilakukan. Meskipun saat ini Presiden Joko Widodo bakal melakukan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), mulai tahun 2015.

Dia mengatakan pengajuan itu didasari atas kebutuhan pegawai yang ada di Kota Solo. Dari analisis yang dilakukan oleh pihak BKD Solo, formasi yang masih membutuhkan adalah guru dan juga tenaga kesehatan.

Menurutnya, untuk formasi guru, saat ini di Kota Solo ada sekitar 5.326 guru yang tersebar di sekolah, baik negeri maupun swasta. Jumlah itu, menurutnya belum ideal dan masih harus mendapatkan banyak penambahan.

"Jumlah ideal guru di Kota Solo 6.500. Ya, memang idealnya seperti itu. Saat ini kita masih kurang dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga perlu penambahan agar lebih maksimal,” ucap Lancer, kepada wartawan, Senin (3/11/2014).

Sedangkan untuk tenaga kesehatan, menurutnya masih akan dihitung secara menyeluruh. Penghitungan itu bakal dilakukan mulai dari tingkat rumah sakit, hingga tingkat kelurahan. Dengan demikian, nantinya bakal diketahui jumlah kebutuhan tenaga kesehatan di Kota Solo untuk tahun ini.

“Kita analisis terlebih dahulu, bisa saja kebutuhan itu lebih besar dari pada yang kita pikirkan, sehingga kita tidak mau mengira-ira,” tegas Lancer.

Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku, dirinya sepakat untuk tetap mengajukan penambahan untuk dua formasi itu. Menurutnya, untuk formasi guru, kekurangan paling banyak berada pada tingkat sekolah dasar.

Kekurangan di level itu, katanya mencapai 8.000 guru. Hal itu diperparah lagi dengan banyaknya guru yang pensiun pada saat ini. Sehingga mau tidak mau, harus membuka lowongan setiap tahunnya.

“Kalau guru dan juga tenaga kesehatan itu memang terus kita buka lowongannya, soalnya kita terus kekurangan, apalagi moratorium juga tidak berlaku untuk dua formasi itu,” tegasnya.
(san)
Berita Terkait
Gaya Wali Kota Solo...
Gaya Wali Kota Solo Pakai Masker Bergambar Kumis Tebal Jadi Viral
Wali Kota Solo Sambut...
Wali Kota Solo Sambut Perpres Terkait PPPK
Wali Kota Solo Usul...
Wali Kota Solo Usul Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
Wali Kota Solo Resmi...
Wali Kota Solo Resmi Larang Anak Diajak ke Mal saat Pandemi COVID-19
Waspadai Ancaman Resesi,...
Waspadai Ancaman Resesi, Pemkot Solo Prioritaskan UMKM
Lebaran Tak Perlu Kawatir,...
Lebaran Tak Perlu Kawatir, Stok Elpiji di Soloraya Aman
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
1 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
3 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
4 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
6 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved