Risma Harus Segera Buat SK Penutupan Lokalisasi Dolly

Jum'at, 20 Juni 2014 - 14:18 WIB
Risma Harus Segera Buat...
Risma Harus Segera Buat SK Penutupan Lokalisasi Dolly
A A A
SURABAYA - Langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly dengan landasan Peraturan Daerah (Perda) No.7 tahun 1999 tentang Larangan Menggunakan Bangunan/Tempat untuk Perbuatan Asusila, serta Pemikatan untuk Melakukan Perbuatan Asusila dinilai blunder.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum DPD Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jatim Purwanto. Menurutnya, tiap perda membutuhkan Surat Keputusan (SK) sebagai acuan. Sedangkan penutupan Dolly tidak ada payung hukumnya.

"Jadi, walaupun ada perda, tetap harus ada payung hukum lagi berupa SK. Kalau mengacu pada perda, kenapa tidak dari dulu ditegakkan dan justru malah dibiarkan hingga sekarang," ujarnya, kepada wartawan, Jumat (20/6/2014).

Menurutnya, deklarasi penutupan lokalisasi Dolly tidak bisa dijadikan acuan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melarang praktik prostitusi di Gang Dolly. Sebab, secara histotis keberadaan lokalisasi di Jalan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, itu sudah lama dan sudah menjadi bagian dari masyarakat setempat.

Bahkan, lokalisasi ini sudah ada jauh sebelum perda yang dikeluarkan Pemkot dan DPRD Kota Surabaya diterbitkan. Sehingga, keberadaan lokalisasi ini tidak bisa serta merta langsung ditutup hanya dengan mengacu pada perda.

"Deklarasi juga tidak memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi bagi yang melanggar. Sebab, deklarasi hanya bersifat kesepakatan. Aparat keamanan, baik itu Satpol PP Kota Surabaya maupun kepolisian juga tidak bisa menggunakan acuan deklarasi untuk melakukan penertiban," bebernya.

Namun hal itu akan berbeda jika Pemkot Surabaya telah mengeluarkan SK. Ketika SK Wali Kota yang tegas menyatakan lokalisasi itu ilegal dan harus ditutup sudah terbit, maka setiap tindakan yang menguatkan semangat deklarasi penutupan bisa dilakukan.
(san)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
1 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
1 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
4 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved