3 Kilometer dari Kelud tetap steril
Sabtu, 01 Maret 2014 - 13:41 WIB
3 Kilometer dari Kelud tetap steril
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Kelud kini telah berstatus Waspada. Namun demikian warga di sekitar gunung berapi itu diimbau tetap berhati-hati.
Penanggung Jawab Gunung Berapi wilayah Jawa Tengah-Jawa Timur Umar Rosyadi mengatakan,
penurunan status Gunung Kelud tersebut dilakukan bersamaan dengan turunnya aktivitas kegempaan pasca letusan 13 Februari lalu.
"Sejak 24 Februari gempa tremor sudah tidak terekam lagi," ungkap Umar, Sabtu (1/3/2014).
Namun demikian, masih banyak hal yang perlu diwaspadai. Petugas masih merekomendasi tiga kilometer steril dari aktivitas warga. "Terutama masyarakat yang berada di bantaran sungai perlu waspada adanya lahar hujan," imbuhnya,
Data Pos Pengamatan Gunung Kelud menyebutkan pada 28 Februari mulai pukul 06.00 hingga pukul 12 siang, gempa vulkanik dalam terjadi dua kali dengan amplitudo maksimal 0,5 mm, suhu udara 30,7 derajat selsius, kelembaban 53 persen dan terdapat asap putih membumbung setinggai 300 meter condong ke arah timur laut.
Warga tetap diminta waspada terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang dilewati jalur lahar hujan. Sebab, 120 juta meter kubik material yang dimuntahkan saat erupsi masih tersisa 50 juta meter kubuk di puncak Gunung Kelud. Sedangkan 10 persennya sudah terbawa hujan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Gunung Kelud kembali tidur, status diturunkan jadi Waspada
Penanggung Jawab Gunung Berapi wilayah Jawa Tengah-Jawa Timur Umar Rosyadi mengatakan,
penurunan status Gunung Kelud tersebut dilakukan bersamaan dengan turunnya aktivitas kegempaan pasca letusan 13 Februari lalu.
"Sejak 24 Februari gempa tremor sudah tidak terekam lagi," ungkap Umar, Sabtu (1/3/2014).
Namun demikian, masih banyak hal yang perlu diwaspadai. Petugas masih merekomendasi tiga kilometer steril dari aktivitas warga. "Terutama masyarakat yang berada di bantaran sungai perlu waspada adanya lahar hujan," imbuhnya,
Data Pos Pengamatan Gunung Kelud menyebutkan pada 28 Februari mulai pukul 06.00 hingga pukul 12 siang, gempa vulkanik dalam terjadi dua kali dengan amplitudo maksimal 0,5 mm, suhu udara 30,7 derajat selsius, kelembaban 53 persen dan terdapat asap putih membumbung setinggai 300 meter condong ke arah timur laut.
Warga tetap diminta waspada terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang dilewati jalur lahar hujan. Sebab, 120 juta meter kubik material yang dimuntahkan saat erupsi masih tersisa 50 juta meter kubuk di puncak Gunung Kelud. Sedangkan 10 persennya sudah terbawa hujan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Gunung Kelud kembali tidur, status diturunkan jadi Waspada
(lns)