Pemkot Solo serius bangun kampung deret

Kamis, 05 Desember 2013 - 15:13 WIB
Pemkot Solo serius bangun...
Pemkot Solo serius bangun kampung deret
A A A
Sindonews.com - Penataan hunian sistem kampung renteng makin diseriusi Pemkot Solo, Jawa Tengah, dengan menyisir kondisi di bantaran Kali Pepe. Setelah merealisasikannya di Pringgading, Setabelan, kini program itu akan diterapkan di wilayah Keprabon terhadap 30 keluarga.

“DPU (Dinas Pekerjaan Umum) sudah saya perintahkan membuat site plan kampung renteng di Keprabon. Tahun depan bisa dimulai perencanaan sekaligus eksekusinya,” kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Kamis (5/12/2013).

Rudy, sapaannya, meminta DPU memetakan area aman pendirian kampung deret, yang meliputi garis luar sempadan sungai dan berstatus bebas.

Berpijak pada kampung renteng di Pringgading, Setabelan Banjarsari, tanah adat seluas 1.083 meter persegi tersebut akhirnya dimiliki warga, setelah memintanya dari keluarga Pura Mangkunegaran. Nantinya, metode semacam ini juga akan diterapkan di Keprabon.

“Tanahnya akan dimintakan sertifikatnya, asalkan tidak di garis sempadan sungai,” lanjut dia.

Dikatakan Rudy, konsep kampung renteng tetap diperjuangkan seiring berjalannya program perumahan rakyat dari pemerintah pusat dalam bentuk rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Bahkan, kampung deret diperkirakan lebih potensial jika dibandingkan rusunawa.

“Di kampung deret, masing-masing keluarga berhak menempati dua lantai. Lantai pertama bisa untuk berwirausaha. Lagipula pemkot tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan gedung, karena itu mutlak jadi tanggungan pemilik,” jelasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo Agus Djoko Witiarso mengatakan, pembuatan bangunan bersusun paling potensial diterapkan di Solo. Saat masyarakat membutuhkan rumah sehat nanmurah, lahan di Solo justru terbatas.

“Kebetulan tahun depan penataan Kali Pepe dipioritaskan. Termasuk di dalamnya, mewujudkan kampung renteng dan rumah sehat bagi masyarakat miskin,” terangnya.

Dikatakannya, dalam konsep rumah sehat hanya dibutuhkan 100-200 meter persegi untuk menampung 50 orang. Sisa lahan bisa dipakai ruang bermain anak. Cara ini lebih efektif jika dibanding membuat perumahan tipe 21 dengan luas lahan 1.000 meter persegi.
(san)
Berita Terkait
Gaya Wali Kota Solo...
Gaya Wali Kota Solo Pakai Masker Bergambar Kumis Tebal Jadi Viral
Wali Kota Solo Sambut...
Wali Kota Solo Sambut Perpres Terkait PPPK
Wali Kota Solo Usul...
Wali Kota Solo Usul Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
Wali Kota Solo Resmi...
Wali Kota Solo Resmi Larang Anak Diajak ke Mal saat Pandemi COVID-19
Waspadai Ancaman Resesi,...
Waspadai Ancaman Resesi, Pemkot Solo Prioritaskan UMKM
Lebaran Tak Perlu Kawatir,...
Lebaran Tak Perlu Kawatir, Stok Elpiji di Soloraya Aman
Berita Terkini
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
24 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
41 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
7 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved