Jaringan pengoplos daging berkenalan di rumah makan
Kamis, 20 Desember 2012 - 15:07 WIB
Jaringan pengoplos daging berkenalan di rumah makan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok saat ini tengah mengambil sampel bakso di tiap pasar tradisional, untuk menguji di laboratorium terkait daging oplosan.
Sedangkan, dua orang pedagang yang kedapatan menjual daging oplosan sudah ditangkap Pemkot Depok, dan diminta bekerja sama untuk mengungkap jaringan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya akan membawa hal tersebut ke ranah hukum, namun masih memerlukan para pelaku untuk mencari aktor intelektual.
Para pedagang daging oplosan, kata Zalfinus, mengaku berkenalan dan bertemu di rumah makan.
"Berdasarkan hasil pengakuan pelaku yang berhasil diamankan, mereka semua berkenalan di rumah makan. Untuk membicarakan pendistribusian daging oplosan tersebut, kita gak bisa percaya begitu saja. Karena itu, kami sandra dulu pelaku ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/12/12).
Zalfinus menengarai kejadian daging oplosan ini disebabkan, disparitas harga tinggi antara daging babi dan daging sapi yang saat ini terjadi.
Hal inilah yang menggoda para pedagang, akibat faktor ekonomi.
"Bisa jadi daging oplosan ini masuk ke Jawa Barat, untuk membuat masyarakat resah menjelang Pemilukada Jabar. Tapi kan itu nanti dikembangkan penegak hukum, sejauh ini baru disparitas harga saja,” katanya.
Namun, Zalfinus enggan memastikan pembeli daging oplosan ini untuk bahan baku bakso, atau bahan makanan lainnya.
Namun Zalfinus memastikan, pihaknya hanya berupaya mengamankan dari sisi pangan, agar tak meresahkan masyarakat.
"Sejauh ini kami yakinkan tak ada aktifitas lagi, lapaknya kosong. Mereka sudah sadari kekeliruannya dan ingin bekerjasama dengan kami," imbuhnya.
Sedangkan, dua orang pedagang yang kedapatan menjual daging oplosan sudah ditangkap Pemkot Depok, dan diminta bekerja sama untuk mengungkap jaringan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya akan membawa hal tersebut ke ranah hukum, namun masih memerlukan para pelaku untuk mencari aktor intelektual.
Para pedagang daging oplosan, kata Zalfinus, mengaku berkenalan dan bertemu di rumah makan.
"Berdasarkan hasil pengakuan pelaku yang berhasil diamankan, mereka semua berkenalan di rumah makan. Untuk membicarakan pendistribusian daging oplosan tersebut, kita gak bisa percaya begitu saja. Karena itu, kami sandra dulu pelaku ini," ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/12/12).
Zalfinus menengarai kejadian daging oplosan ini disebabkan, disparitas harga tinggi antara daging babi dan daging sapi yang saat ini terjadi.
Hal inilah yang menggoda para pedagang, akibat faktor ekonomi.
"Bisa jadi daging oplosan ini masuk ke Jawa Barat, untuk membuat masyarakat resah menjelang Pemilukada Jabar. Tapi kan itu nanti dikembangkan penegak hukum, sejauh ini baru disparitas harga saja,” katanya.
Namun, Zalfinus enggan memastikan pembeli daging oplosan ini untuk bahan baku bakso, atau bahan makanan lainnya.
Namun Zalfinus memastikan, pihaknya hanya berupaya mengamankan dari sisi pangan, agar tak meresahkan masyarakat.
"Sejauh ini kami yakinkan tak ada aktifitas lagi, lapaknya kosong. Mereka sudah sadari kekeliruannya dan ingin bekerjasama dengan kami," imbuhnya.
(stb)