Aktor intelektual pengoplos daging babi diburu
Kamis, 20 Desember 2012 - 14:46 WIB
Aktor intelektual pengoplos daging babi diburu
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Depok mengaku akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan terkait dengan pengungkapan jaringan pengoplos daging babi. Sebab, terdapat empat rantai jaringan pengoplos daging babi dari mulai Cilandak, sampai Depok.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan jaringan pengoplos daging babi lintas batas. Dua titik distribusi di Depok, terdapat di dua pasar dan dilakukan oleh orang Depok.
"Keduanya orang Depok, yang rantai ketiga warga Jakarta Selatan, tapi jualannya di Depok. Yang pemasok bagian hulu belum bisa tersentuh karena tersendat di jaringan di bawahnya," paparnya di ruang kerjanya, Depok, Kamis (20/12/2012).
Zalfinus menegaskan, saat ini pihaknya berupaya menangkap otak intelektual pengoplos daging babi tersebut. Sementara dia menegaskan, dua pelaku tersebut sudah tidak berjualan di Depok.
"Ini dalam pantauan Dinas Pasar, dua orang itu sudah tidak berjualan, di loss di pasarnya sudah tutup sementara bekerjasama dengan kita, untuk mencari aktor intelektualnya," ungkapnya.
Para pelaku mengaku sudah dua bulan beroperasi. Setiap kali mengedrop, mereka memasok 10 kilogram daging babi.
"Untuk sampel, kita cuma ambil 1 kilogram di tiap pasar. Kalau ada barang masuk, paling setiap kali drop 10 kg. Intinya Depok aman, kita jadi kota yang dipasok, justru karena sangat mudah untuk itu," tandasnya.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan jaringan pengoplos daging babi lintas batas. Dua titik distribusi di Depok, terdapat di dua pasar dan dilakukan oleh orang Depok.
"Keduanya orang Depok, yang rantai ketiga warga Jakarta Selatan, tapi jualannya di Depok. Yang pemasok bagian hulu belum bisa tersentuh karena tersendat di jaringan di bawahnya," paparnya di ruang kerjanya, Depok, Kamis (20/12/2012).
Zalfinus menegaskan, saat ini pihaknya berupaya menangkap otak intelektual pengoplos daging babi tersebut. Sementara dia menegaskan, dua pelaku tersebut sudah tidak berjualan di Depok.
"Ini dalam pantauan Dinas Pasar, dua orang itu sudah tidak berjualan, di loss di pasarnya sudah tutup sementara bekerjasama dengan kita, untuk mencari aktor intelektualnya," ungkapnya.
Para pelaku mengaku sudah dua bulan beroperasi. Setiap kali mengedrop, mereka memasok 10 kilogram daging babi.
"Untuk sampel, kita cuma ambil 1 kilogram di tiap pasar. Kalau ada barang masuk, paling setiap kali drop 10 kg. Intinya Depok aman, kita jadi kota yang dipasok, justru karena sangat mudah untuk itu," tandasnya.
(san)