Jaringan pengoplos daging babi di Depok terungkap
Kamis, 20 Desember 2012 - 12:06 WIB
Jaringan pengoplos daging babi di Depok terungkap
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok mengklaim telah lebih dulu mengungkap jaringan pengoplos daging babi sebelum sampai ke daerah Cipete, Jakarta Selatan. Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan mengungkapkan, justru Depok menjadi titik akhir dari rantai jaringan berlapis dari wilayah Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya sudah sebulan lalu mengantisipasi peredaran daging babi oplosan daging sapi. Pihaknya bahkan telah menyisir ke seluruh pasar dengan cara investigasi bertransaksi di malam hari untuk mengambil sampel daging.
"Sejak sebulan lalu itu, kami dapat laporan dari para komunitas pedagang daging yang merasa dirugikan dengan ulah mereka, seluruh yang diindikasikan kita sisir, kami sudah dapat pelakunya," ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (20/12/2012).
Ternyata, terdapat empat lapis rantai penjualan daging babi oplosan. Depok menjadi titik keempat dan ketiga terakhir setelah dipasok dari wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.
"Di level tiga ke hulunya sudah kami tangkap, dan kerjasama dengan kami untuk mengungkap ini, di rantai distribusi mulai dari penjual asal Cilandak. Rantai kedua masih terhenti karena belum mau kerja sama dengan kita, tapi rantai ketiga dan keempat sudah kami pegang dan ajak kerjasama," jelasnya.
Zalfinus mengungkapkan pihaknya sengaja tidak mengekspos ke masyarakat tentang penangkapan jaringan ini, sebab tak ingin menimbulkan keresahan. "Kami tak ingin membuat masyarakat resah, tapi ternyata Jakarta Selatan sudah mengungkap ini duluan, baiklah kami juga akan koordinasi, karena kami khawatir ini efek ekonominya besar," tandasnya.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Depok Zalfinus Irwan mengatakan, pihaknya sudah sebulan lalu mengantisipasi peredaran daging babi oplosan daging sapi. Pihaknya bahkan telah menyisir ke seluruh pasar dengan cara investigasi bertransaksi di malam hari untuk mengambil sampel daging.
"Sejak sebulan lalu itu, kami dapat laporan dari para komunitas pedagang daging yang merasa dirugikan dengan ulah mereka, seluruh yang diindikasikan kita sisir, kami sudah dapat pelakunya," ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (20/12/2012).
Ternyata, terdapat empat lapis rantai penjualan daging babi oplosan. Depok menjadi titik keempat dan ketiga terakhir setelah dipasok dari wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.
"Di level tiga ke hulunya sudah kami tangkap, dan kerjasama dengan kami untuk mengungkap ini, di rantai distribusi mulai dari penjual asal Cilandak. Rantai kedua masih terhenti karena belum mau kerja sama dengan kita, tapi rantai ketiga dan keempat sudah kami pegang dan ajak kerjasama," jelasnya.
Zalfinus mengungkapkan pihaknya sengaja tidak mengekspos ke masyarakat tentang penangkapan jaringan ini, sebab tak ingin menimbulkan keresahan. "Kami tak ingin membuat masyarakat resah, tapi ternyata Jakarta Selatan sudah mengungkap ini duluan, baiklah kami juga akan koordinasi, karena kami khawatir ini efek ekonominya besar," tandasnya.
(san)