Rumah wartawan Harian Aceh dibakar
Senin, 26 November 2012 - 15:16 WIB
Rumah wartawan Harian Aceh dibakar
A
A
A
Sindonews.com – Rumah wartawan Harian Aceh bernama Erwin di Jalan Antara Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dibakar orang tak dikenal. Aksi pembakaran terjadi sekira pukul 04.00 WIB.
“Waktu itu saya sedang tidak berada di rumah, ibu saya yang memberi tahu rumah dibakar saya langsung pulang ke rumah,” jelas Erwin, Senin (26/11/2012).
Hingga saat ini Erwin mengaku belum mengetahui motor pembakaran rumahnya. Saat api menyala di dalam rumah ada kedua orang tuanya. Namun tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban.
Menurut Erwin, pelaku menggunakan tabung gas untuk membakar. Ia menemukan tabung gas di perkarangan rumahnya, dari tabung pelaku mengarahkan gas menggunakan pipa melewati teralis jendela.
“Di ujung pipa ditaruh lilin terus diarahkan ke jendela, api membakar kain gorden dan kursi ruang tamu,” kata Erwin.
Pembakaran rumah awalnya diketahui ibu Erwin, ia terbangun dari tidur mencium bau asap menyengat, lalu membangunkan anggota keluarga lainnya. Saat itu asap sudah mengepul saat pintu dibuka ditemukan tabung gas yang masih aktif.
Menurut Erwin kasus ini sudah ditangani pihak Polres Lhokseumawe, ia sendiri yang menghubungi Kasat Reskrim setempat. Sejumlah barang bukti sudah dibawa polisi termasuk tabung gas.
Erwin mengaku tidak tahu motif teror yang dialamatkan padanya. Ia merasa tidak memiliki persoalan dengan siapa pun termasuk terkait profesinya sebagai jurnalis.
“Sejak saya menjadi wartawan hingga sekarang tidak ada persoalan dengan pemberitaan, saya tidak tahu di balik ini semua,” katanya.
“Waktu itu saya sedang tidak berada di rumah, ibu saya yang memberi tahu rumah dibakar saya langsung pulang ke rumah,” jelas Erwin, Senin (26/11/2012).
Hingga saat ini Erwin mengaku belum mengetahui motor pembakaran rumahnya. Saat api menyala di dalam rumah ada kedua orang tuanya. Namun tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban.
Menurut Erwin, pelaku menggunakan tabung gas untuk membakar. Ia menemukan tabung gas di perkarangan rumahnya, dari tabung pelaku mengarahkan gas menggunakan pipa melewati teralis jendela.
“Di ujung pipa ditaruh lilin terus diarahkan ke jendela, api membakar kain gorden dan kursi ruang tamu,” kata Erwin.
Pembakaran rumah awalnya diketahui ibu Erwin, ia terbangun dari tidur mencium bau asap menyengat, lalu membangunkan anggota keluarga lainnya. Saat itu asap sudah mengepul saat pintu dibuka ditemukan tabung gas yang masih aktif.
Menurut Erwin kasus ini sudah ditangani pihak Polres Lhokseumawe, ia sendiri yang menghubungi Kasat Reskrim setempat. Sejumlah barang bukti sudah dibawa polisi termasuk tabung gas.
Erwin mengaku tidak tahu motif teror yang dialamatkan padanya. Ia merasa tidak memiliki persoalan dengan siapa pun termasuk terkait profesinya sebagai jurnalis.
“Sejak saya menjadi wartawan hingga sekarang tidak ada persoalan dengan pemberitaan, saya tidak tahu di balik ini semua,” katanya.
(azh)