BPK banyak temukan penyelewengan anggaran di TTU

Rabu, 07 November 2012 - 09:14 WIB
BPK banyak temukan penyelewengan...
BPK banyak temukan penyelewengan anggaran di TTU
A A A
Sindonews.com - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) Raymundus Sau Fernandes, menegaskan agar dugaan penyelewengan keuangan negara atau daerah yang diungkapkan lembaga auditor seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI harus ditindaklanJuti. Rekomendasi BPK harus ditaati dan dilaksanakan.

"Uangnya harus dikembalikan. Jika tidak, jaksa yang masuk (proses hukum)," tandas Bupati Fernandes, saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Para Camat (Rakercam) di Gedung Serbaguna Biinmaffo, Kefamenanu, NTT, Rabu (7/11/2012).

Ia mengaku sangat kesal karena sudah dua tahun memberikan laporan keuangan daerah, BPK RI Perwakilan NTT menyatakan tidak berpendapat (disclaimer of opinion). Sebab administrasi pengelolaan keuangan sangat buruk, tumpang tindih, dan tidak bisa dinilai kewajarannya.

Ditambahkan, Pemkab TTU berkomitmen untuk membenahi administrasi laporan pertanggungjawaban keuangan daerah agar mendapat penilaian baik dari BPK RI perwakilan NTT.

"Karena itu saya minta perhatian serius semua SKPD, camat, kades/lurah agar benar-benar taat administrasi ketika mengelola uang negara atau uang daerah. Saya minta Sekda TTU dan Kabag Keuangan supaya menjadikan ini sebagai prioritas pembenahan administrasi," tandas Bupati Fernandes.

Data yang sempat dihimpun wartawan, banyak sekali kasus penyelewengan keuangan tahun 2011 di Pemkab TTU, yang diungkap BPK RI Perwakilan NTT. Kasus-kasus penyelewengan keuangan daerah itu sementara diusut penyidik Kejaksaan Negeri Kefamenanu.

Misalnya kasus dana investasi nonpermanen (bergulir) senilai Rp3,1 miliar di Kantor Dinas Perindagkop TTU, kasus 155 rekening liar senilai Rp8,5 miliar serta kasus dana hibah Rp10,9 miliar untuk instansi vertikal dan instansi semi pemerintahan.
(azh)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
37 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved