Verifikasi calon perseorangan butuh Rp8,5 miliar

Rabu, 24 Oktober 2012 - 21:31 WIB
Verifikasi calon perseorangan...
Verifikasi calon perseorangan butuh Rp8,5 miliar
A A A
Sindonews.com – Biaya yang harus dikeluarkan Komisi pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) untuk verifikasi faktual bakal calon perseorangan di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) menelan Rp8,5 miliar.

Adanya calon perseorangan ini berpengaruh pula pada kebutuhan anggaran penyelenggaraan Pilkada Jabar 2013.

Sekretaris KPU Jabar Heri Suherman mengatakan, angka kenaikan anggaran secara keseluruhan untuk Pilkada Jabar 2013 ini mencapai 130 persen. Lonjakan anggaran ini sangat signifikan dibanding Pilkada 2008 yang hanya menelan biaya Rp328 miliar.

“Ditambah dengan munculnya pasangan calon perseorangan, untuk membiayai Pilkada 2013 Pemprov Jabar harus mengeluarkan biaya sebesar Rp700 miliar lebih untuk satu putaran,” ungkap Heri meenjelaskan kepada wartawan di kantor KPU Jabar, Jalan Garut Kota Bandung, Rabu (24/10/12).

Dikatakannya, pembengkakan biaya itu lebih dipengaruhi oleh pertambahan jumlah penduduk dan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Akibanya, berdampak pada penambahan jumlah PPS dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan biaya-biaya lain.

“Lonjakan anggaran ini tentu saja banyak mengundang pertanyaan publik, kok kenaikannya sampai seperti itu? Jika dihitung dari inflasi saja, lonjakan angkanya tidak akan sampai sejauh itu. Makanya ketika pertama mengajukan anggaran dengan data asumtif sebesar Rp660 miliar saja, sudah menimbulkan reaksi publik. Padahal, realita yang ada dengan data yang lebih valid, ternyata pengajuannya malah lebih besar lagi,” papar Heri.

Diapun menjelaskan, faktor lain penyebab lonjakan anggaran pada Pilgub kali ini, karena ada penyesuaian standar biaya berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang standar biaya Pilpres 2009.

Di Pilpres 2009, bagi penyelenggara ad hoc yaitu PPK, PPS, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), sudah jelas standar biayanya.

“Tapi untuk KPU Jabar, KPU kabupaten/kota, tidak ada standarnya. Pastinya, KPU berhitung secara rasional berapa seharusnya KPU itu mendapat kewajaran honor. Pasalnya, seorang komisioner KPU Provinsi itu kalau tidak menyelenggarakan Pemilu, gajinya di bawah Eselon IV. Pejabat Eselon ini, tunjangan strukturalnya lebih besar dari Ketua Komisioner KPU Provinsi,” ungkap Heri.
(azh)
Berita Terkait
KPU Terima Perbaikan...
KPU Terima Perbaikan Berkas 4 Paslon Cagub-Cawagub Jabar
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Pilkada, Ini Tujuh Sosok...
Pilkada, Ini Tujuh Sosok Pjs Bupati/Wali Kota yang Dikukuhkan Ridwan Kamil
Ilham Habibie Sowan...
Ilham Habibie Sowan ke DPP PKS Pagi Ini, Bahas Apa?
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
3 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
6 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
6 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved