Aksi teror di Solo, intelijen dinilai gagal

Jum'at, 31 Agustus 2012 - 14:41 WIB
Aksi teror di Solo,...
Aksi teror di Solo, intelijen dinilai gagal
A A A
Sindonews.com - Koordinasi intelijen dinilai gagal dalam mengantisipasi aksi meresahkan di Solo, Jawa Tengah. Untuk itulah dia meminta pimpinan Polri dan pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) mengevaluasi kinerjanya berdasarkan fakta-fakta tersebut.

“Semenjak kerusuhan antarwarga (kasus Gandekan), kami sudah menemui semua pihak di Solo. Akhirnya di Jakarta saya sampaikan koordinasi intelijen itu tidak jalan. Saya sebagai anggota Komisi I yang membidangi intelijen menyampaikan bahwa operasi intelijen deteksi dini tidak berjalan baik, khususnya di Solo,” kata Anggota Komisi I DPR Tjahyo Kumolo di Solo, Jumat (31/8/2012).

Ia meyakini anggota BIN telah memaparkan informasi penting ke aparat keamanan, namun hal itu tidak cukup kuat untuk memaksa mereka melakukan tindakan lebih lanjut sesuai protapnya. Ini menandakan tingkat koordinasi antarlembaga tersebut berjalan kurang sempurna.

“Itu yang di Solo. Yang lebih luas termasuk kasus Papua, kasus Sampang, kasus Cikeusik,” lanjutnya.

Atas dasar itulah ia meminta pimpinan Polri dan pimpinan BIN melakukan evaluasi sampai tingkat terbawah. Hal itu memungkinkan, mengingat polisi memiliki peta keamanan di Jawa Tengah berikut jaringan-jaringan yang potensial mengacaukannya.

“Kelompoknya siapa? Penyusupannya menggunakan apa? Selongsong peluru darimana dan sebagainya. Ini harus secara cepat diungkap oleh kepolisian, TNI dan didukung aparatur intel yang ada,” tegasnya.

Dia meyakini pula untuk melakukan koordinasi sangat bisa dilakukan. Sebab, Komisi I sudah menyetujui peningkatan anggaran untuk BIN terpadu. Kepolisian juga memiliki perangkat deteksi percakapan di telepon selular serta jaringan komunikasi lainnya. Namun ia menyayangkan aparat selalu kecolongan dan terlambat dalam mengantisipasi kejadian meresahkan.

“Ini sudah menyangkut institusi Polri serta harga diri kehormatan Polri di mata masyarakat. Nama polri dipertaruhkan. Tidak hanya masalah SIM saja, tapi juga masalah keamanan,” pungkasnya.
(azh)
Berita Terkait
Pelaku Penyerangan Wakapolres...
Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar Tewas Setelah Ditembak 3 Kali
Korban Penyerangan,...
Korban Penyerangan, Kondisi Wakapolres Karanganyar dan Sopirnya Membaik
Rusak Diserang Massa,...
Rusak Diserang Massa, Polisi dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Mapolsek Sugai Pagu
Wakapolres Karanganyar...
Wakapolres Karanganyar Selamat dari Serangan OTK
Briptu Mario Sanoy Gugur...
Briptu Mario Sanoy Gugur Dibunuh di Dalam Pos Polisi yang Diserang Sejumlah Orang
Penjagaan Diperketat...
Penjagaan Diperketat Usai Penyerangan Polisi di Cemoro Kandang
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved