Selain dibakar, Ponpes Mashadul Depok dijarah
Selasa, 28 Agustus 2012 - 01:13 WIB
Selain dibakar, Ponpes Mashadul Depok dijarah
A
A
A
Sindonews.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Mashadul Al Mustatobah di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Depok, menjadi sasaran kemarahan warga menyusul kasus dugaan pencabulan santri di bawah umur oleh Ustad Fauzan, pimpinan Ponpes.
Padahal, Ponpes tersebut dimiliki oleh ayah Ustad Fauzan, KH Gozhali Musholih. Usai kejadian pembakaran dan perusakan pesantren oleh warga, KH Gozhali datang ke lokasi untuk melihat kejadian secara langsung.
Dia mengatakan, pihaknya tak menyangka akan terjadi peristiwa seperti itu. Dia berdalih, tak mengetahui kasus dugaan pencabulan yang dilakukan anaknya.
"Saya enggak tahu harus berbuat apa, saya sesalkan sampai terjadi seperti ini, pesantren saya habis dirusak," katanya kepada wartawan, di lokasi kejadian, Senin (27/08/12).
Dia mengaku, keluarganya tak akan menyiapkan pengacara menyusul penangkapan anaknya oleh polisi. Bahkan, informasi yang dia peroleh sempat ada penjarahan barang-barang pesantren oleh warga.
"Saya tak siapkan pengacara, biarkan saya serahkan pada Allah, saya sayangkan ada penjarahan," ungkapnya.
Ketua RT setempat, Sollahudin, mengatakan massa datang semalam langsung membakar dan membawa batu ke arah pesantren. "Namun saya tak mengetahui massa darimana, bukan massa sini, bukan warga RW 09, kalau korban masih satu RW dengan Ponpes," jelas Sollahudin.
Sementara itu, keluarga korban terlihat menutup diri. Meski rumahnya tak terkunci, namun tak satupun keluarganya keluar dari dalam rumah memberi keterangan.
Padahal, Ponpes tersebut dimiliki oleh ayah Ustad Fauzan, KH Gozhali Musholih. Usai kejadian pembakaran dan perusakan pesantren oleh warga, KH Gozhali datang ke lokasi untuk melihat kejadian secara langsung.
Dia mengatakan, pihaknya tak menyangka akan terjadi peristiwa seperti itu. Dia berdalih, tak mengetahui kasus dugaan pencabulan yang dilakukan anaknya.
"Saya enggak tahu harus berbuat apa, saya sesalkan sampai terjadi seperti ini, pesantren saya habis dirusak," katanya kepada wartawan, di lokasi kejadian, Senin (27/08/12).
Dia mengaku, keluarganya tak akan menyiapkan pengacara menyusul penangkapan anaknya oleh polisi. Bahkan, informasi yang dia peroleh sempat ada penjarahan barang-barang pesantren oleh warga.
"Saya tak siapkan pengacara, biarkan saya serahkan pada Allah, saya sayangkan ada penjarahan," ungkapnya.
Ketua RT setempat, Sollahudin, mengatakan massa datang semalam langsung membakar dan membawa batu ke arah pesantren. "Namun saya tak mengetahui massa darimana, bukan massa sini, bukan warga RW 09, kalau korban masih satu RW dengan Ponpes," jelas Sollahudin.
Sementara itu, keluarga korban terlihat menutup diri. Meski rumahnya tak terkunci, namun tak satupun keluarganya keluar dari dalam rumah memberi keterangan.
(san)