Polisi Buru Pemain dan Beking Tambang Emas Ilegal di Lebak

Kamis, 09 Januari 2020 - 20:13 WIB
Polisi Buru Pemain dan...
Polisi Buru Pemain dan Beking Tambang Emas Ilegal di Lebak
A A A
LEBAK - Tim Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Banten fokus mengejar para dan beking tambang emas ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak , Kabupaten Lebak.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto mengatakan, tim penyidik yang terdiri dari Bareskrim Mabes Polri, Polda Banten dan Polres Lebak juga memburu pemain yang menyokong dana untuk para penambang emas. (Baca juga: Bareskrim dan Polda Banten Mulai Selidiki Tambang Emas Ilegal)
Polisi Buru Pemain dan Beking Tambang Emas Ilegal di Lebak

"Sasaran pemilik/pemain atau penyandang dana kegiatan peti. Serta jika ada anggota Polri yang terindikasi membekingi," ujar Rudi Hananto, Kamis (9/1/2020). (Baca juga: Penambangan Emas Ilegal di Lebak Jadi Prioritas Kapolda Banten yang Baru)

Selain itu, tim juga akan mencari pemasok atau menyediakan zat Mercury untu sejumlah penambangan emas tanpa izin tersebut. "Kita dari Ditkrimsus Polda Banten dan Polres Lebak telah menurunkan tim penyidik langsung ke tempat kejadian perkara (lokasi tambang) yang diperkirakan menjadi tempat kegiatannya," ujarnya.

Lokasi sasaran penambangan emas tanpa izin berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kabupaten Lebak yakni di Blok Cikidang di Kecamatan Cikotok, Blok Pilar dan di Blok Cibuluheun di Kecamatan Lebak Gedong.

Blok-blok Penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kecamatan Lebak gedong tersebut berada di aliran Sungai Ciberang yang melintasi wilayah Lebak Gedong, Cipanas, dan Sajira. Lebak yang merupakan daerah yang terkena bencana alam banjir bandang dan longsor.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan menyelidiki penyebab banjir bandang di Lebak, Banten yang diduga karena adanya penambangan dan penebangan ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS).

"Di sana nanti akan di dalami, apakah karena masalah adanya hutan yang tipis, atau kondisi tanahnya yang labil, dan disitu juga pernah ada tambang-tambang. Nanti semuanya akan kita cek," kata Komjen Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi Kecamatan Sajira, Lebak, Minggu (5/1/2020).
(shf)
Berita Terkait
Mengerikan, Jembatan...
Mengerikan, Jembatan Permanen di Lebak Hancur Diterjang Banjir Bandang
125 Kecamatan di Banten...
125 Kecamatan di Banten Rawan Diterjang Bencana Banjir
Polisi Bongkar Rumah...
Polisi Bongkar Rumah Penimbun 24 Ton Minyak Goreng di Lebak Banten
8 Kecamatan di Lebak...
8 Kecamatan di Lebak Banten Diterjang Banjir, Ratusan Rumah Terendam
Gempa Bumi Berkekuatan...
Gempa Bumi Berkekuatan 5,2 SR Guncang Lebak Banten
Banjir di Lebak Banten...
Banjir di Lebak Banten Meluas, 511 Rumah Terendam, 1 Jembatan Ambruk
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved