Jelang Natal Bupati Pasangkayu Beri Insentif 384 Tokoh Agama
Jum'at, 14 Desember 2018 - 13:31 WIB
Jelang Natal Bupati Pasangkayu Beri Insentif 384 Tokoh Agama
A
A
A
PASANGKAYU - Bupati Pasangkayu membagikan insentif kepada 51 orang Pastur, 156 orang Pendeta, dan 187 orang Mangku, Kamis (13/12/2018). Masing-masing mendapat senilai Rp1.300.000. Pembagian insentif berlangsung di pelataran kantor bupati Pasangkayu. Dibagikan secara simbolis oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa. Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Bupati Pasangkayu M. Saal serta para unsur pimpinan Forkopimda.
Pembagian insentif untuk para pemuka agama ini merupakan program tahunan Pemkab Pasangkayu. Dilakukan sejak periode pertama Bupati Agus Ambo Djiwa dan Wakilnya Muhammad Saal. Beberapa bulan sebelumnya Pemkab juga telah membagikan insentif kepada para pemuka agama Islam guru ngaji dan imam mesjid.
“Nilai yang kami bagikan mungkin tidak seberapa, namun tentunya itu bukan menjadi penilaian. Tapi, lebih kepada adanya rasa persaudaraan dan komitmen bersama untuk mengembangkan ahlak umat di kabupaten yang kita cintai bersama ini. Tahun depan kami berupaya insentif untuk para pemuka agama akan kami naikan lagi,” ujar Agus Ambo Djiwa saat memberi sambutan.
Menurutnya, pemberian insentif ini diharapkan semakin memicu semangat para pemuka agama dalam meningkatkan mental spritual masyarakat. Juga dapat meningkatkan peran-peran strategis para pemuka agama ditengah masyarakat.
“Tugas para pemuka agama ini sangat berat dibandingkan saya sebagai bupati. Saya hanya mengurusi dunia, tapi pemuka agama menyangkut urusan akhirat. Olehnya, pemberian insentif merupakan wujud apresiasi dan rasa terimakasih kami dari pemerintah,” sambungnya.
Terkait peran strategis, lebih jauh bupati dua periode itu berpesan agar para pemuka agama bisa menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat, terlebih menjelang pemilu. Para pemuka agama diharap tidak cepat terpancing isu-isu provokatif.
“Jelang pemilu ini begitu banyak isu-isu yang bisa memecah persatuan antarumat beragama. Nah di sinilah saya harap peran pemuka agama tampil sebagai pemersatu, menenangkan umat agar tidak terpancing isu-isu yang sifatnya provokatif,” imbuhnya.
Pembagian insentif untuk para pemuka agama ini merupakan program tahunan Pemkab Pasangkayu. Dilakukan sejak periode pertama Bupati Agus Ambo Djiwa dan Wakilnya Muhammad Saal. Beberapa bulan sebelumnya Pemkab juga telah membagikan insentif kepada para pemuka agama Islam guru ngaji dan imam mesjid.
“Nilai yang kami bagikan mungkin tidak seberapa, namun tentunya itu bukan menjadi penilaian. Tapi, lebih kepada adanya rasa persaudaraan dan komitmen bersama untuk mengembangkan ahlak umat di kabupaten yang kita cintai bersama ini. Tahun depan kami berupaya insentif untuk para pemuka agama akan kami naikan lagi,” ujar Agus Ambo Djiwa saat memberi sambutan.
Menurutnya, pemberian insentif ini diharapkan semakin memicu semangat para pemuka agama dalam meningkatkan mental spritual masyarakat. Juga dapat meningkatkan peran-peran strategis para pemuka agama ditengah masyarakat.
“Tugas para pemuka agama ini sangat berat dibandingkan saya sebagai bupati. Saya hanya mengurusi dunia, tapi pemuka agama menyangkut urusan akhirat. Olehnya, pemberian insentif merupakan wujud apresiasi dan rasa terimakasih kami dari pemerintah,” sambungnya.
Terkait peran strategis, lebih jauh bupati dua periode itu berpesan agar para pemuka agama bisa menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat, terlebih menjelang pemilu. Para pemuka agama diharap tidak cepat terpancing isu-isu provokatif.
“Jelang pemilu ini begitu banyak isu-isu yang bisa memecah persatuan antarumat beragama. Nah di sinilah saya harap peran pemuka agama tampil sebagai pemersatu, menenangkan umat agar tidak terpancing isu-isu yang sifatnya provokatif,” imbuhnya.
(akn)