Enam Kecamatan Masuk Kawasan Kumuh, Ini yang Dilakukan Sleman

Kamis, 27 September 2018 - 12:45 WIB
Enam Kecamatan Masuk...
Enam Kecamatan Masuk Kawasan Kumuh, Ini yang Dilakukan Sleman
A A A
SLEMAN - Enam dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman masuk dalam kawasan kumuh. Masing-masing Kecamatan Depok, Mlati, Gamping, Ngemplak, Ngaglik, dan Godean.

Dari enam kecamatan tersebut ada 45 lokasi dan terbagi dalam tiga prioritas kawasan permukiman kumuh, yaitu prioritas tinggi (19 lokasi), prioritas sedang (25 lokasi), dan prioritas rendah (1 lokasi) dengan luasan mencapai 162,23 hektare.

Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Sleman guna mengatasi dan menekan kawasan kumuh tersebut. Satu di antaranya melalui program kota tanpa kumuh (Kotaku). Sebagai implementasinya Pemkab Sleman memberikan pelatihan kepada camat, kepala desa dan badan kewaspadaan masyarakat (BKM) di Sleman tentang pengentasan pemukiman kumuh, Kamis (27/9/2018).

Kepala Seksi Perumahan Formal DPUPKP Sleman Muhamad Nurrochmawardi mengatakan secara umum untuk penataan pemukiman kumuh sudah menunjukkan perkembangan positif. Tercatat dari 45 lokasi, 29 atau 70% lokasi di antaranya sudah tertanggani. Sehingga tinggal 16 atau 30% lokasi yang memerlukan penanganan lebih intensif lagi.

"Pengentasan Pemukiman Kumuh di Sleman sudah efektif dan stakeholder penataan pemukiman kumuh sudah satu bahasa. Ke depannya 2019, 16 lokasi kumuh yang tersisa akan kita intervensi,” kata Muhammad Nuurochwardi.

Selain itu, surat ketetapan (SK) tentang Kawasan Pemukiman Kumuh yang sudah diterapkan akan terus diperbaiki dan disempurnakan. Termasuk akan dilakukan pembuatan dan penetapan peraturan bupati (Perbup) untuk melakukan intervensi pencegahan di lokasi rentan kumuh.

"Diharapkan para kepada desa yang sudah dikukuhkan sebagai relawan untuk lebih merapatkan barisan karena masih akan banyak diskusi dan evaluasi terkait program Pengentasan Pemukiman Kumuh," katanya.

Direktoral Jendral Cipta Karya DIY Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Tri Rahayu menghimbau kepada para peserta pelatihanan untuk menularkan ilmu yang didapat kepada warga, utamanya mereka yang tinggal di sepanjang sungai.
(amm)
Berita Terkait
Indogrosir Sleman Beroperasi...
Indogrosir Sleman Beroperasi Lagi, Ini Kata Pemkab Sleman
Pandemi COVID-19, Kodim...
Pandemi COVID-19, Kodim Sleman Tiadakan Upacara Pembukaan TMMD
Pemkab Sleman Izinkan...
Pemkab Sleman Izinkan Bioskop Buka, Ini Persyaratannya
MNC Group dan Pemkab...
MNC Group dan Pemkab Sleman Siap Berkolaborasi Optimalkan Program Pembangunan
Harga Beras Melonjak,...
Harga Beras Melonjak, Pemkab Sleman Turunkan Semar Mesem
Pemkab Sleman Coret...
Pemkab Sleman Coret 7.359 Penerima Bantuan Sosial Tunai
Berita Terkini
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
1 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
1 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
2 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
3 jam yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
4 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved