Pandemi COVID-19, Kodim Sleman Tiadakan Upacara Pembukaan TMMD
Selasa, 22 September 2020 - 18:11 WIB
loading...
Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana (kiri) dan Bupati Sleman Sri Purnomo menunjukkan naskas serah terima pekerjaan TMMD usai penandantangan di kantor Pemkab Sleman, Selasa (22/9/2020). Foto/Ist
A
A
A
SLEMAN - Kodim 0732/Sleman meniadakan upacara pembukaan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyun tahap III Tahun 2020.
Sebagai gantinya, dilakukan penandatangan dan penyerahan naskah pekerjaan TMMD dari Bupati Sleman Sri Purnomo kepada Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana di kantor Pemkab Sleman, Selasa (22/9/2020).
Kegiatan TMMD di Sleman akan dilakukan di wilayah Kalurahan Sendangadi, Kapenewonan Minggir, selama satu bulan, yaitu dari 22 September-22 Oktober 2020. Ada dua kegiatan TMMD, yaitu fisik dan non-fisik.
Arief mengatakan untuk pembukaan TMMD kali ini memang tidak ada upacara di lapangan sebagaimana pembukaan sebelumnya. Hal tersebut sebagai untuk antisipasi terjadinya penyebaran COVID-19 yang saat ini menjadi pandemi dan perhatian masyarakat.
“Ini juga sesuai dengan arahan pimpinan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan meminimalisir kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” katanya.
Arief menjelaskan akan ada dua kegiatan TMMD yaitu fisik dan non fisik. Kegiatan fisik, meliputi pembangunan talud sepanjang 700 meter, pembangunan badan jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 3 meter.
Selanjutnya rehab atap masjid, rehab lantai 2 rumah seluas 24 meter persegi dan pembuatan pos Kamling 3 x 3,5 meter. Adapun biaya kegiatan bersumber dari APBD DIY Rp75 juta dan APBD Sleman Rp200 juta.
Sebagai gantinya, dilakukan penandatangan dan penyerahan naskah pekerjaan TMMD dari Bupati Sleman Sri Purnomo kepada Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana di kantor Pemkab Sleman, Selasa (22/9/2020).
Kegiatan TMMD di Sleman akan dilakukan di wilayah Kalurahan Sendangadi, Kapenewonan Minggir, selama satu bulan, yaitu dari 22 September-22 Oktober 2020. Ada dua kegiatan TMMD, yaitu fisik dan non-fisik.
Arief mengatakan untuk pembukaan TMMD kali ini memang tidak ada upacara di lapangan sebagaimana pembukaan sebelumnya. Hal tersebut sebagai untuk antisipasi terjadinya penyebaran COVID-19 yang saat ini menjadi pandemi dan perhatian masyarakat.
“Ini juga sesuai dengan arahan pimpinan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan meminimalisir kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” katanya.
Arief menjelaskan akan ada dua kegiatan TMMD yaitu fisik dan non fisik. Kegiatan fisik, meliputi pembangunan talud sepanjang 700 meter, pembangunan badan jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 3 meter.
Selanjutnya rehab atap masjid, rehab lantai 2 rumah seluas 24 meter persegi dan pembuatan pos Kamling 3 x 3,5 meter. Adapun biaya kegiatan bersumber dari APBD DIY Rp75 juta dan APBD Sleman Rp200 juta.
Lihat Juga :