Kasus Penjualan Lahan Cetak Sawah di OKI dapat Perhatian Kapolda Sumsel

Senin, 19 Maret 2018 - 15:47 WIB
Kasus Penjualan Lahan...
Kasus Penjualan Lahan Cetak Sawah di OKI dapat Perhatian Kapolda Sumsel
A A A
PALEMBANG - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan akan berkoordinasi dengan Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) terkait penanganan kasus dugaan penjualan 62 hektare lahan cetak yang dilakukan oleh Kepala Desa Pulau Gemantung, Kabupaten OKI, Sazali. Hal tersebut dilakukan menyusul tidak adanya perkembangan penanganan terhadap kasus tersebut yang ditangani Polres OKI.

"Nanti saya tanyakan dulu kasus tersebut," kata Zulkarnain, ditemui saat berkunjung di Mapolresta Palembang, Senin (19/3/2018).

Dia menuturkan, sejauh ini dirinya belum menerima laporan adanya kasus tersebut dari Polres OKI. Termasuk juga terkait perkembangan kasus yang sudah dilaporkan sejak tahun 2016 lalu tersebut. "Sudah dari tahun 2016?. Saya belum ada laporannya," tuturnya.

Ditanya soal apakah kasus tersebut akan diambil alih Polda Sumsel, Zulkarnain belum dapat memastikannya.

"Makanya kita tanya dulu ke Kapolresnya. Setelah itu baru bisa kita tentukan apakah nantinya akan kita (Polda) ambil alih atau penanganannya tetap di Polres OKI," pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus ini penjualan lahan cetak sawah eks tanah ulayat seluas 62 hektare (Ha) di Desa Pulau Gemantung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang dilakukan Kades Pulau Gematung, Sazali, sebelumnya telah dilaporkan ke Bupati OKI, Polres OKI dan Kejaksaan Negeri OKI (Kayuagung) pada 17 November 2016 lalu.

Seharusnya, lahan cetak sawah yang awalnya seluas 262 hektare tersebut diberikan seluruhnya kepada anggota tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di Desa Pulau Gemantung yang telah masuk program yang diajukan warga setempat ke Kementerian Pertanian. Ketiga gapoktan tersebut yaitu Jakatora, Tani Lingot dan Tanjungan.

Namun yang diberikan kepada tiga gapoktan tersebut justru 200 hektare. Sementara 62 hektare sisanya diduga dijual sang kades kepada penduduk pendatang yang bukan warga asli Kecamatan Tanjung Lubuk.
(sms)
Berita Terkait
Terindikasi Korupsi,...
Terindikasi Korupsi, Koni Sumsel Digeledah Timsus Kejati Sumsel
Kejati Sumsel Periksa...
Kejati Sumsel Periksa Ketua KONI Sumsel, Nama Mantan Gubernur Disebut
Dugaan Korupsi, Kejati...
Dugaan Korupsi, Kejati Sumsel Periksa Tiga Pejabat KONI
Gubernur Sumsel Akan...
Gubernur Sumsel Akan Lantik Bupati Definitif Muara Enim
Riezky Aprilia Siap...
Riezky Aprilia Siap Mundur jika Gagal Berantas Pungli di Sekolah Sumsel
2 Tersangka Korupsi...
2 Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya Diperiksa di Rutan Pakjo
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 menit yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
32 menit yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
47 menit yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
50 menit yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
1 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved