Tiga Nama Berpeluang Besar Duduki Posisi Sekda Purwakarta
Senin, 29 Januari 2018 - 13:14 WIB
Tiga Nama Berpeluang Besar Duduki Posisi Sekda Purwakarta
A
A
A
PURWAKARTA - Tiga orang disebut-sebut memiliki kans kuat untuk mengisi posisi sekretaris daerah (sekda) Purwakarta sepeninggal Padil Karsoma yang maju menjadi bakal calon (balon) bupati Purwakarta.
Ketiga orang itu adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tri Hartono, Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Ruslan Subanda, serta Iyus Permana.
Ketiga nama tersebut termasuk senior di lingkungan Pemkab Purwakarta. Apalagi, mereka sudah berkali-kali menempati posisi jabatan eselon II. Kemungkinan besar satu di antara ketiga nama itu akan menjabat sekda tidak bersifat sementara, tapi langsung definitif. Ini berbeda dengan posisi bupati setelah tidak lagi dijabat Dedi Mulyadi. Secara otomatis Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara melaksanakan tugas-tugas sebagai bupati, meskipun jabatan itu akan disandangnya hingga Maret 2018.
Kepala BKDPSDM Kabupaten Purwakarta Ruslan Subanda menyebutkan, tata kelola pemerintahan tidak terganggu dengan adanya figur dari pemerintahan yang ikut kontestasi pilbup maupun pilgub. Sebab, hal itu sudah diatur dalam peraturan perundang-udangan yang berlaku. Untuk posisi sekda, hingga saat ini masih dijabat Padil Karsoma hingga adanya penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati oleh KPUD setempat.
"Begitu ditetapkan sebagai calon bupati, secara otomatis jabatan sekda diisi Plt yang diberi kewenangan khusus dengan seizin Gubernur Jabar dan Mendagri. Adapun siapa yang akan mengisi jabatan itu, lihat saja nanti," ungkap Ruslan kepada SINDOnews, Senin (29/1/2018).
Dia enggan mengomentari bahwa dirinya memiliki kans kuat menjadi Sekda Purwakarta. Sebelumnya, Ruslan sudah menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi balon Bupati Purwakarta. Hanya saja dinamika politik yang terjadi, sejumlah partai politik di Kabupaten Purwakarta tak meliriknya. Mereka lebih tertarik mengusung bakal pasangan calon Anne Ratna Mustika-H Aming (Golkar, PKB, Hanura, Demokrat, PAN, dan Nasdem); serta Padil Karsoma-Acep Maman (PDIP-PPP).
Padil Karsoma sudah menyatakan mundur dari jabatan Sekda Kabupaten Purwakarta. Pengunduran dirinya itu pun sudah disampaikan secara tertulis, sebelum dia mendaftarkan diri ke KPUD pada 10 Januari 2018.
"Seiring dengan desakan masyarakat Purwakarta untuk maju dan dicalonkan sebagai Calon Bupati Purwakarta, maka saya resmi mengundurkan diri dari jabatan sekda Purwakarta," katanya.
Ketiga orang itu adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tri Hartono, Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Ruslan Subanda, serta Iyus Permana.
Ketiga nama tersebut termasuk senior di lingkungan Pemkab Purwakarta. Apalagi, mereka sudah berkali-kali menempati posisi jabatan eselon II. Kemungkinan besar satu di antara ketiga nama itu akan menjabat sekda tidak bersifat sementara, tapi langsung definitif. Ini berbeda dengan posisi bupati setelah tidak lagi dijabat Dedi Mulyadi. Secara otomatis Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara melaksanakan tugas-tugas sebagai bupati, meskipun jabatan itu akan disandangnya hingga Maret 2018.
Kepala BKDPSDM Kabupaten Purwakarta Ruslan Subanda menyebutkan, tata kelola pemerintahan tidak terganggu dengan adanya figur dari pemerintahan yang ikut kontestasi pilbup maupun pilgub. Sebab, hal itu sudah diatur dalam peraturan perundang-udangan yang berlaku. Untuk posisi sekda, hingga saat ini masih dijabat Padil Karsoma hingga adanya penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati oleh KPUD setempat.
"Begitu ditetapkan sebagai calon bupati, secara otomatis jabatan sekda diisi Plt yang diberi kewenangan khusus dengan seizin Gubernur Jabar dan Mendagri. Adapun siapa yang akan mengisi jabatan itu, lihat saja nanti," ungkap Ruslan kepada SINDOnews, Senin (29/1/2018).
Dia enggan mengomentari bahwa dirinya memiliki kans kuat menjadi Sekda Purwakarta. Sebelumnya, Ruslan sudah menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi balon Bupati Purwakarta. Hanya saja dinamika politik yang terjadi, sejumlah partai politik di Kabupaten Purwakarta tak meliriknya. Mereka lebih tertarik mengusung bakal pasangan calon Anne Ratna Mustika-H Aming (Golkar, PKB, Hanura, Demokrat, PAN, dan Nasdem); serta Padil Karsoma-Acep Maman (PDIP-PPP).
Padil Karsoma sudah menyatakan mundur dari jabatan Sekda Kabupaten Purwakarta. Pengunduran dirinya itu pun sudah disampaikan secara tertulis, sebelum dia mendaftarkan diri ke KPUD pada 10 Januari 2018.
"Seiring dengan desakan masyarakat Purwakarta untuk maju dan dicalonkan sebagai Calon Bupati Purwakarta, maka saya resmi mengundurkan diri dari jabatan sekda Purwakarta," katanya.
(zik)