Dua Korban Kecelakaan Ciloto Dirawat di RSHS, Satu di Antaranya Ibu Hamil
Selasa, 02 Mei 2017 - 15:42 WIB
Dua Korban Kecelakaan Ciloto Dirawat di RSHS, Satu di Antaranya Ibu Hamil
A
A
A
BANDUNG - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merawat dua korban kecelakaan bus maut di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Para korban adalah rujukan dari Rumah Sakit Cimacan, Cianjur, yaitu Hanifah (19) dan Titin (49).
"Pada 30 April 2017 pukul 22.00 WIB telah datang dikirim dua pasien yang merupakan korban kecelakaan di Cianjur," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Nucki Nursjamsi, di RSHS, Selasa (2/5/2017).
Saat tiba di RSHS, keduanya dalam kondisi tidak sadar. Mereka juga menderita cedera serius pada beberapa bagian tubuhnya.
Hanifah diketahui mengalami cedera pada kepala dan dada. Hanifah dalam kondisi hamil. "Pasien ini dalam keadaan hamil sekitar lima bulan atau 22 minggu," ucapnya.
Sejauh ini, Hanifah masih ditangani intensif oleh tim dokter. Ia dirawat di ruang High Care Intensive Unit. Bagaimana kondisi bayi dalam rahimnya?
"Syukur alhamdulillah bayi (dalam rahim Hanifah) dalam kondisi baik. Tapi pasiennya sampai sekarang kesadarannya masih belum pulih," jelas Nucki.
Sementara, Titin kondisinya cederanya hampir serupa. Tapi, kondisi Titin lebih parah dibanding Hanifah. "Pasien ini kondisinya lebih kurang bagus dibanding pasien H (Hanifah). Sekarang pasien ini dirawat di ruang intensif bedah syaraf."
Dari hasil observasi, diketahui Titin mengalami pendarahan di dalam kepalanya, tepatnya pada bagian otak. RSHS pun akan terus memantau dan menangani kedua pasien tersebut. Tapi ia belum bisa memastikan kapan pasien pulih dan bisa pulang.
Sementara untuk biaya perawatan kedua pasien itu, menurutnya akan ditanggung oleh Jasa Raharja. Jika tidak ditanggung semuanya, sisanya akan ditanggung oleh BPJS karena kedua pasien terdaftar sebagai peserta BPJS.
Nandang Kosasih, kakak kandung Titin, mengatakan saat kejadian tabrakan adiknya berada dalam angkutan kota (angkot) jurusan Cipanas-Puncak.
"Semua (penumpang dalam angkot) terseret bus, terhantam ke jurang sampai berantakan. Adik saya juga tergeletak sampai keluar dari kendaraan," kata Nandang.
Soal biaya perawatan, sejauh ini menurutnya tidak ada masalah. Sejak dirawat di RS Cimacan hingga RSHS tidak ada pungutan apa pun.
Pihak Jasa Raharja, menurut Nandang, sudah berkomunikasi dan menyatakan akan menanggung biaya pengobatan. Pihak BPJS juga siap menanggung biaya.
"Pada 30 April 2017 pukul 22.00 WIB telah datang dikirim dua pasien yang merupakan korban kecelakaan di Cianjur," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Nucki Nursjamsi, di RSHS, Selasa (2/5/2017).
Saat tiba di RSHS, keduanya dalam kondisi tidak sadar. Mereka juga menderita cedera serius pada beberapa bagian tubuhnya.
Hanifah diketahui mengalami cedera pada kepala dan dada. Hanifah dalam kondisi hamil. "Pasien ini dalam keadaan hamil sekitar lima bulan atau 22 minggu," ucapnya.
Sejauh ini, Hanifah masih ditangani intensif oleh tim dokter. Ia dirawat di ruang High Care Intensive Unit. Bagaimana kondisi bayi dalam rahimnya?
"Syukur alhamdulillah bayi (dalam rahim Hanifah) dalam kondisi baik. Tapi pasiennya sampai sekarang kesadarannya masih belum pulih," jelas Nucki.
Sementara, Titin kondisinya cederanya hampir serupa. Tapi, kondisi Titin lebih parah dibanding Hanifah. "Pasien ini kondisinya lebih kurang bagus dibanding pasien H (Hanifah). Sekarang pasien ini dirawat di ruang intensif bedah syaraf."
Dari hasil observasi, diketahui Titin mengalami pendarahan di dalam kepalanya, tepatnya pada bagian otak. RSHS pun akan terus memantau dan menangani kedua pasien tersebut. Tapi ia belum bisa memastikan kapan pasien pulih dan bisa pulang.
Sementara untuk biaya perawatan kedua pasien itu, menurutnya akan ditanggung oleh Jasa Raharja. Jika tidak ditanggung semuanya, sisanya akan ditanggung oleh BPJS karena kedua pasien terdaftar sebagai peserta BPJS.
Nandang Kosasih, kakak kandung Titin, mengatakan saat kejadian tabrakan adiknya berada dalam angkutan kota (angkot) jurusan Cipanas-Puncak.
"Semua (penumpang dalam angkot) terseret bus, terhantam ke jurang sampai berantakan. Adik saya juga tergeletak sampai keluar dari kendaraan," kata Nandang.
Soal biaya perawatan, sejauh ini menurutnya tidak ada masalah. Sejak dirawat di RS Cimacan hingga RSHS tidak ada pungutan apa pun.
Pihak Jasa Raharja, menurut Nandang, sudah berkomunikasi dan menyatakan akan menanggung biaya pengobatan. Pihak BPJS juga siap menanggung biaya.
(zik)