Kades Pulau Gemantung Diduga Jual 62 Hektare Lahan Cetak Sawah

Kamis, 16 Februari 2017 - 16:54 WIB
Kades Pulau Gemantung...
Kades Pulau Gemantung Diduga Jual 62 Hektare Lahan Cetak Sawah
A A A
JAKARTA - Kades Pulau Gemantung Sazali diduga menjual lahan cetak sawah eks tanah ulayat seluas 62 hektare (Ha) di Desa Pulau Gemantung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Seharusnya lahan cetak sawah tersebut diberikan kepada anggota tiga gabungan kelompok tani (gapoktan) di Desa Pulau Gemantung yang telah masuk program yang diajukan warga setempat ke Kementerian Pertanian. Ketiga gapoktan tersebut yaitu Jakatora, Tani Lingot dan Tanjungan.

Namun oleh sang kades malah dijual kepada penduduk pendatang yang bukan warga asli Kecamatan Tanjung Lubuk.

Program cetak sawah di Desa Pulau Gemantung meliputi areal 262 hektare, namun yang diberikan kepada warga anggota kelompok tani hanya 200 hektare, yang 62 hektare diduga dijual oknum Kades Sazali.

Menurut Adjit Djakfar salah seorang warga Pulau Gemantung, aksi penjualan lahan cetak sawah oleh sang kades diduga bekerja sama dengan ketua Gapoktan Abdulah Ismail.

Per hektare lahan dijual dengan harga Rp20-25 juta. Modus yang dilakukan dengan mengganti nama anggota kelompok tani yang seharusnya menerima dengan nama pembeli lahan tersebut.

Kasus penjualan lahan cetak sawah ini, menurut dia, telah dilaporkan ke Bupati OKI Iskandar, Kepolisian Resor OKI dan Kejaksaan Negeri OKI (Kayuagung) pada 17 November 2016.

"Kita (warga) telah memberikan laporan resmi ke Bupati, Kejari, dan Polres OKI lengkap mengenai kronologis, lahan yang dijual dan laporan anggota kelompok tani dan data-data penunjang lainnya. Namun hingga kini kasusnya tidak ditindak lanjuti baik oleh bupati maupun aparat penegak hukum tersebut," ujar Adjit.

Adjit bersama puluhan warga lainnya berharap permasalahan ini segera ditangani oleh aparat penegak hukum baik polisi maupun kejaksaan.

Selain itu dia dan warga Pulau Gemantung meminta agar Bupati OKI Iskandar segera menindak oknum kades tersebut karena diduga telah menyalahgunakan wewenang memperkaya diri sendiri dengan menjual eks tanah ulayat yang berupa lahan cetak sawah baru kepada warga pendatang yang bukan warga asli Pulau Gemantung.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan Kades Pulau Gemantung Sazali belum bisa dikonfirmasi, ponselnya 085382120xxx ketika dihubungi tidak aktif. Ketika di SMS juga tidak membalas.
(nag)
Berita Terkait
Terindikasi Korupsi,...
Terindikasi Korupsi, Koni Sumsel Digeledah Timsus Kejati Sumsel
Kejati Sumsel Periksa...
Kejati Sumsel Periksa Ketua KONI Sumsel, Nama Mantan Gubernur Disebut
Dugaan Korupsi, Kejati...
Dugaan Korupsi, Kejati Sumsel Periksa Tiga Pejabat KONI
Riezky Aprilia Siap...
Riezky Aprilia Siap Mundur jika Gagal Berantas Pungli di Sekolah Sumsel
Gubernur Sumsel Akan...
Gubernur Sumsel Akan Lantik Bupati Definitif Muara Enim
2 Tersangka Korupsi...
2 Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya Diperiksa di Rutan Pakjo
Berita Terkini
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
1 jam yang lalu
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
2 jam yang lalu
Puslabfor Polri Datangi...
Puslabfor Polri Datangi Klinik Mordent, Olah TKP Lanjutan Kematian Sutrimo
2 jam yang lalu
6 Anggota Polres Tangsel...
6 Anggota Polres Tangsel Termasuk Kasat Narkoba Diserahkan ke Paminal Polda Metro
3 jam yang lalu
Bea Cukai Kediri Gagalkan...
Bea Cukai Kediri Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Senilai Rp4,7 Miliar selama Juni 2026
3 jam yang lalu
Gebyar Kebaya di SCBD,...
Gebyar Kebaya di SCBD, Rayakan Jati Diri Perempuan Indonesia
3 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved