Lima Pabrik Gula Ditargetkan di Madura

Minggu, 13 September 2015 - 12:14 WIB
Lima Pabrik Gula Ditargetkan...
Lima Pabrik Gula Ditargetkan di Madura
A A A
PAMEKASAN - Pemerintah menargetkan lima pabrik gula bisa didirikan di Pulau Madura. Target ini dicanangkan dengan memerhatikan ketersediaan lahan potensial tebu seluas 124.975 hektare yang tersebar di empat kabupaten.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan pembangunan pabrik tebu tersebut bisa direalisasikan pada 2016. “Makanya, kami membutuhkan dukungan semua pihak, baik para bupati di Madura ini maupun wakil rakyat dari Madura,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat berdialog dengan perwakilan pejabat Pemkab dan Asosiasi Petani Tebu di Pendopo Kabupaten Pamekasan, siang kemarin.

Lahan potensial di Madura terbagi atas 43.596 hektare di Bangkalan, 42.636 hektare di Sampang, 22.091 hektare di Pamekasan, dan 16.651 hektare di Kabupaten Sumenep. Padahal, luas area tanam yang menjadi syarat minimal pendirian pabrik gula hanya 7.000-10.000 hektare. “Jadi potensi inilah yang mendorong pemerintah mendukung pembangunan pabrik tebu di Pulau Garam ini,” kata Rini.

Dalam kunjungannya kemarin, Rini juga melakukan panen tebu di Desa Tlanakan. Rini juga memberikan bantuan dana untuk pembuatan sumur bor kepada petani tebu untuk pengairan. Diperkirakan, sumur bor mampu mengairi lahan pertanian tebu seluas 50 hektare. Rini yakin, dengan begitu, produktivitas tanaman tebu di Bumi Gerbang Salam itu meningkat. Sebab, faktanya dalam kondisi kekurangan air, produksi tebu di Pamekasan bisa mencapai 55 ton per hektare dengan rendemen 75%.

Rini mengatakan, kualitas tanaman tebu di Pamekasan memang belum optimal karena kendala irigasi. “Makanya, bantuan pengeboran kepada para petani tebu ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman tebu masyarakat petani yang ada di Pamekasan. Dana yang kami sediakan untuk pengeboran ini Rp300 juta,” kata Rini.

Menurut Direktur PTPN X Subiyono, potensi lahan tebu di Madura, termasuk di Kabupaten Pamekasan, sebenarnya sangat besar. Iklim tropis dengan curah hujan 1.000-2.000 mm dengan suhu rata-rata 26-27 derajat Celsius dan kelembapan antara 75%-85%, termasuk kategori bagus. Topografi tanah yang semi flat juga masuk kategori sangat memuaskan untuk tanaman tebu, juga tekstur tanah dengan lempung pasir dan lempung berliat.

Demikian juga kandungan CaCO3 yang berada dalam kisaran antara 396-9.612 dan NaCl-nya antara 30-142 ppm masuk kategori normal. “Tapi yang menjadi kendala berdasarkan kajian kami memang pada potensi irigasi, yakni masih membutuhkan pengembangan,” kata Subiyono.

Subairi/ant
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
20 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
43 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved