Cuaca Kacau, Produksi Garam Mundur

Rabu, 27 Mei 2015 - 09:46 WIB
Cuaca Kacau, Produksi...
Cuaca Kacau, Produksi Garam Mundur
A A A
SUMENEP - Target produksi garam sebesar 3,3 juta ton yang ditetapkan pemerintah pada 2015 menghadapi kendala.

Petani garam di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga saat kesulitan memulai produksi garam, salah satunya di Kabupaten Sumenep. Jadwal produksi garam tahun ini diprediksi mundur dibanding 2014 lalu karena cuaca yang tidak menentu. Seha-rusnya bulan ini telah masuk musim kemarau sehingga petani sudah bisa memulai proses produksi.

Namun faktanya, hujan beberapa kali masih turun. Bila dipaksakan, hampir bisa dipastikan hasil panen kurang maksimal. “Kalau tahun lalu pertengahan Mei sudah ada yang panen. Tahun ini pada bulan yang sama masih dalam tahap pengolahan air di lahan,” ujar Abdul Hayat, petani garam asal Desa Pinggir Papas, Sumenep, kemarin.

Dia mengungkapkan, hampir seluruh tambak di Kabupaten Sumenep terancam mengalami kemunduran proses produksi. Petani tidak mau mengambil risiko ketika produksi dimulai hujan malah turun. Bukan hanya jumlah produksi yang bakal susut, menurut hayat kualitasnya pun ikut turun. Sebab, garam siap panen bercampur air hujan dan tidak mendapat sinar matahari secara maksimal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumenep Mohammad Jakfar mengakui, mundurnya jadwal produksi garam karena faktor anomali cuaca. Dia berharap dalam pertengahan bulan Juni nanti petani sudah mulai memproduksi garam dan bisa segera panen tepat waktu. Dia mengaku sudah turun langsung ke lahan garam milik petani.

Di mana, sebagian besar lahan belum produksi, melainkan memang masih tahap persiapan saja. Petani tidak mau ambil risiko, lebih pada melihat cuaca yang hingga saat ini masih mengalami turun hujan. “Kalau masih ada hujan, kurang baik untuk memulai produksi garam. Tapi mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa segera produksi,” katanya.

Berdasarkan data di lapangan, jumlah lahan garam di Kabupaten Sumenep terdapat sekitar 2.068 hektare. Lahan potensial untuk garam itu tersebar di 11 kecamatan, yang di dalamnya ada di lima kecamatan di kawasan kepulauan, seperti Giligenting, Raas, Sapeken, Kangayan, dan Arjasa. “Ribuan lahan garam itu sudah siap kelola dan produksi. Tinggal menunggu cuaca yang mendukung untuk memulai produksi,” ucapnya.

Subairi
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
19 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
25 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
31 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
41 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
51 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved