alexametrics

11 anggora Komisi II DPRD Pekalongan Studi Banding Pasar Tradisional di Sleman

loading...
11 anggora Komisi II DPRD Pekalongan Studi Banding Pasar Tradisional di Sleman
Pemkab Sleman saat menerima kunker komis II DPRD Pekalongan di Pemkab Sleman, Senin (13/7/2020). Foto SINDOnews
A+ A-
SLEMAN - Sebanyak 11 anggora Komisi II DPRD Pekalangan di tengah pandemi Corona telah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sleman, Senin (13/7/2020). Kunker tersebut dalam rangka studi banding tentang pengembangan dan pengelolaan pasar tradisional di Sleman.

Ini merupakan kunker pertama yang diterima Pemkab Sleman di saat pendemi COVID-19. Sebab sejak 1 Mei 2020 hingga 30 Juni 2020 Sleman tidak menerima tamu atau kunjungan kerja. Namun sejak 1 Juli 2020, Pemkab Sleman sudah menerima kunjungan. (Baca: Anggota DPRD Jateng Meninggal Diduga COVID-19, Kantor Wakil Rakyat Tutup 3 Hari)

Namun dengan beberapa ketentuan sebagaimana diatur dalam surat Nomor 090/01511 tanggal 30 Juni 2020 tentang Ketentuan Penerimaan Kunjungan Kerja atau Studi Banding Di Kabupaten Sleman. Di antaranya tamu wajib membawa dan menunjukkan surat keterangan rapid test dengan hasil Non-Reaktif yang masih berlaku 3 hari saat kunjungan dan yang dari daerah PSBB maka harus melampirkan surat keterangan PCR/Swab test dengan hasil negatif.

Hal tersebut juga diterapkan saat menerima rombongan komisi II DPRP Pekalongan. Yaitu seluruh rombongan harus membawa keterangan rapid diagnostic tes (RDT) non reaktif dari asalnya, memakai masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir yang telah disiapkan dan jaga jarak. Rombongan komisi II DPRD Pekalongan diterima asisten sekretaris daerah (Assekda) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Sleman, Suyono.



Ketua Komisi II DPRD Pekalongan, Sumar Rosul mengatakan kunker ini untuk mengetahuai bagaimana pengelolaan dan pengembangan pasar tradisional. Sebab pasar di Sleman Jauh lebih berkembang, lebih nyaman dan tertata.

Sehingga masyarakat tidak ragu untuk berbelanja di pasar tradisonal. “Apa yang kami dapatkan dari Sleman nanti untuk meningkatkan mutu dan kinerja pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan,” terang Sumar. (Baca: Anggota DPRD Diduga Meninggal Terpapar COVID-19, 51 Orang Di-rapid Test)



Suyono mengatakan untuk meningkatkan kenyaman pengunjung, Pemkab Sleman telah merenovasi beberapa pasar tradisional menjadi tempat yang nyaman layaknya pasar modern yang bersih dan tertata.

Selain itu, selama masa pandemi dan menghadapai adaptasi kehidupan baru, untuk transaksi di pasar tradional dilakukan secara online. “Untuk transaksi ini kami berkerjama dengan e-comerce,” terangnya.
(don)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak