Selain Tuntut Izin Angkut Penumpang, Ojol Bandung Juga Tolak Tes COVID-19
Senin, 13 Juli 2020 - 14:15 WIB
loading...
Perwakilan pengemudi ojol menyampaikan aspirasi mereka saat menggelar unjuk rasa di Balaikota Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Ribuan driver ojek online (ojol) di yang tergabung dalam Driver Online Jawa Barat Bersatu (DOJB) menggelar demontrasi di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana atau Kantor Wali Kota Bandung, Senin (13/7/2020).
Selain menuntut Wali Kota Bandung Oded M Danial mengizinkan ojol membawa penumpang, mereka juga menolak kewajiban melakukan rapid dan swab test. (BACA JUGA: Ribuan Ojol Bandung Geruduk Balaikota Tuntut Izin Angkut Penumpang )
Pantauan di lapangan, para driver ojek online mengenakan seragam masing masing operator, yaitu Gojek dan Grab. Mereka berorasi di depan Balai Kota Bandung menggunakan pengeras suara di mobil komando. Sejumlah pengunjuk rasa mengenakan masker. Tapi tak sedikit pula yang tidak. (BACA JUGA: Jalan Wastukancana Ditutup, Ribuan Ojol Demo di Balaikota Bandung )
Perwakilan pengunjuk rasa, Prima Anandapriya mengatakan, aksi ini digelar pengemudia ojol untuk meminta kejelasan kepada Pemkot Bandung terkait nasib mereka. Sebab, sampai saat ini ojol belum diperbolehkan mengangkut penumpang. (BACA JUGA: Penyedia Layanan Taksi-Ojek Online Wajib Test Swab Mitra di Kota Bandung )
"Tuntutan kami, soal aktivasi. Karena sampai sekarang kami belum diizinkan (mengangkut penumpang). Belum bisa membuka goride (aplikasi untuk menerima pesanan membawa penumpang). Kami menuntut kejelasan kapan Pak Wali Kota menandatangani itu (izin) sehingga akan resmi disetujui," kata Prima.
Selain menuntut Wali Kota Bandung Oded M Danial mengizinkan ojol membawa penumpang, mereka juga menolak kewajiban melakukan rapid dan swab test. (BACA JUGA: Ribuan Ojol Bandung Geruduk Balaikota Tuntut Izin Angkut Penumpang )
Pantauan di lapangan, para driver ojek online mengenakan seragam masing masing operator, yaitu Gojek dan Grab. Mereka berorasi di depan Balai Kota Bandung menggunakan pengeras suara di mobil komando. Sejumlah pengunjuk rasa mengenakan masker. Tapi tak sedikit pula yang tidak. (BACA JUGA: Jalan Wastukancana Ditutup, Ribuan Ojol Demo di Balaikota Bandung )
Perwakilan pengunjuk rasa, Prima Anandapriya mengatakan, aksi ini digelar pengemudia ojol untuk meminta kejelasan kepada Pemkot Bandung terkait nasib mereka. Sebab, sampai saat ini ojol belum diperbolehkan mengangkut penumpang. (BACA JUGA: Penyedia Layanan Taksi-Ojek Online Wajib Test Swab Mitra di Kota Bandung )
"Tuntutan kami, soal aktivasi. Karena sampai sekarang kami belum diizinkan (mengangkut penumpang). Belum bisa membuka goride (aplikasi untuk menerima pesanan membawa penumpang). Kami menuntut kejelasan kapan Pak Wali Kota menandatangani itu (izin) sehingga akan resmi disetujui," kata Prima.
Lihat Juga :