500 TKA China Akan Bekerja Selama 6 Bulan di Konawe

Senin, 13 Juli 2020 - 09:06 WIB
loading...
500 TKA China Akan Bekerja...
500 TKA China akan bekerja dalam waktu enam bulan, untuk membangun 33 tungku dan bangunan pabrik di Konawe, Sulawesi Tenggara. Foto/iNews TV/Febriyono Tamenk
A A A
KONAWE - Sebanyak 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) China, bakal bekerja selama enam bulan ke depan di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara, untuk membangun 33 tungku dan penyempurnaan bangunan pabrik pemurnian nikel milik PT VDNI dan PT OSS.

(Baca juga: Bukan Drama, Risma Blusukan Ingatkan Warga Pakai Masker )

Total saat ini sudah ada 261 TKA China, yang berada di Konawe. Mereka tiba dalam dua gelombang, dengan menggunakan visa kerja atau C 132 yang masa berlakunya selama enam bulan.

Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi dan menertibkan penggunaan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) para TKA China tersebut, sehingga tidak sampai terjadi pelanggaran izin tinggal.

(Baca juga: Sikat HP Gadis, Jambret Dibekuk Tim Penikam Polrestabes Makassar )

Sebelum dipekerjakan di wilayah Kowane, para TKA China tersebut juga menjalani pemeriksaan kesehatan, serta karantina untuk mencegah terjadinya penularan penyakit. "Usai masa karantina, kami langsung memeriksa dokumen mereka, dan memastikan visa kerjanya berlaku selama enam bulan," tegasnya.

Total jumlah visa kerja untuk TKA China yang sudah dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kendari, adalah untuk 156 orang yang datang pada gelombang pertama. Sementara untuk 105 orang yang datang gelombang kedua, masih menjalani masa karantina mandiri.

(Baca juga: TMMD, Kemanunggalan TNI-Rakyat yang Tak Lekang Oleh Waktu )

External Affairs Manager PT VDNI dan PT OSS, Indrayanto juga memastikan, para TKA China tersebut hanya akan bekerja selama enam bulan ke depan, untuk menyelesaikan pembangunan 33 tungku, dan penyempurnaan bangunan pabrik yang belum selesai.

"Jika masa pengerjaan selama enam bulan tersebut belum selesai, maka bisa jadi perusahaan akan memperpanjang kontrak kerjanya selama satu kali perpanjangan saja," tegasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tolak TKA China, Massa...
Tolak TKA China, Massa Demonstran Sandera Mobil Dinas
Tak Kantongi Izin, TKA...
Tak Kantongi Izin, TKA China Dideportasi dari Kendari
Aksi Tolak TKA China...
Aksi Tolak TKA China Berlanjut, Massa Blokade Batas Kota Kendari
Demo Tolak TKA China...
Demo Tolak TKA China Ricuh, Pengunjuk Rasa Paksa Masuk Bandara Haluoleo
Tolak TKA China, Kantor...
Tolak TKA China, Kantor Imigrasi Kendari Dilempari Kotoran Sapi
IJTI dan AJI Kecam Pernyataan...
IJTI dan AJI Kecam Pernyataan Kontroversi Danlanud Halu Oleo Kendari
Perketat Regulasi Big...
Perketat Regulasi Big Tech, China Ingin Jadi Superpower Teknologi
Tepati Janji, VDNI dan...
Tepati Janji, VDNI dan OSS Ngaku Rekrut 3.300 Tenaga Kerja Lokal di Konawe
Menko Luhut: TKA China...
Menko Luhut: TKA China yang Masuk Akan Ciptakan Lapangan Kerja Baru, Percaya?
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved