alexametrics

IJTI dan AJI Kecam Pernyataan Kontroversi Danlanud Halu Oleo Kendari

loading...
IJTI dan AJI Kecam Pernyataan Kontroversi Danlanud Halu Oleo Kendari
Ketua Aji Kendari, Zainal Ishak dan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sultra, Asdar Zula. Foto iNews TV/Mukhtaruddin
A+ A-
KENDARI - Pernyataan kontroversi Komandan Lanud Halu Oleo (HLO) Kendari, Kolonel Pnb Muzafar terkait kekhawatiran wartawan ditunggangi teroris dianggap tidak berdasar dan berbahaya. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kendari, mendesak agar pernyataan yang mengatakan pelarangan liputan di Bandara Halu Oleo saat kedatangan TKA asal China mengkuatirkan instalasi militer di Markas Komando Angkatan Udara, karena para wartawan ditunggangi dengan teroris.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sultra, Asdar Zula menegaskan, pernyataan Komandan Lanud HLO Kendari terlalu berlebihan dan terkesan dibuat-buat, jika alasan untuk menjaga keamanan di wilayah militer bagi dia, itu benar. Namun, kalau mengkhawatirkan akan ada penunggang gelap terhadap jurnalis, hal itu tidak mungkin. Karena semua kerja-kerja jurnalis dilandasi atas fakta yang ada di lapangan.

"Untuk itu, ada Point pertama , kami mendesak dan meminta Komandan Lanud Kendari mencabut Pernyataannya kembali. Kedua meminta Komandan Lanud Kendari untuk meluruskan pernyataannya tersebut bahwa kekhawatirannya akan jurnalis yang ditunggangi Teroris. Semua harus diluruskan," tegasnya. (Baca: Kekeringan Warga Pali Terpaksa Gunakan Air Kotor untuk MCK)

Senada dengan Ketua Aji Kendari, Zainal Ishak menjelaskan, pernyataan tersebut terlalu berlebihan. Sebab, sejumlah wartawan yang melakukan peliputan kedatangan TKA China di Bandara HLO Kendari pada 1 Juli lalu, dipastikan meliput secara independen. Jadi, tak ada sama sekali wartawan yang melakukan peliputan dengan keterkaitan pihak lain.



"Jadi kami pastikan, wartawan yang meliput soal kedatangan China, tidak ditunggangi apapun. Dan semua dilakukan secara independen," ujarnya.

Inal mengaku menghargai upaya yang dilakukan TNI Angkatan Udara dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah militer. Bahwa area Bandara Halu Oleo melintasi wilayah militer. Dia menyebutkan peliputan aksi demonstrasi kedatangan TKA di Bandara tak ada kaitannya dengan teroris.



"Semua semata-mata untuk mendapatkan informasi dan memberikannya ke masyarakat. Jadi, tidak ada yang ditunggangi," ungkapnya.
(sms)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak