Yayasan Anak Bangsa Bisa Salurkan Bantuan untuk Para Pekerja Harian
Senin, 13 Juli 2020 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
“Karena itu kami bergerak bersama berbagai elemen masyarakat seperti figur publik, LSM, dan tokoh masyarakat daerah setempat. YABB berterima kasih untuk 58 ribu lebih donatur yang turut menyumbangkan rezeki dan doa serta harapan mereka di platform kitabisa.com sehingga saat ini kita bisa meneruskan amanah mereka dalam bentuk bantuan sembako untuk para pekerja harian,” ujarnya.
YABB dalam hal ini juga berterima kasih kepada NU Care - LazisNU yang telah menjadi mitra YABB dalam menyalurkan bantuan di Surabaya Raya agar tepat sasaran bagi para pekerja harian yang membutuhkan.
Afif Amrullah selaku Ketua PW LAZISNU Jawa Timur mengatakan senang dapat berkolaborasi dengan Yayasan Anak Bangsa Bisa dan dapat terlibat dalam gerakan #SumbangSuara. “Gerakan ini penting karena tidak hanya langsung membantu janda dhuafa, para pekerja harian yang penghasilannya terdampak, tapi juga menimbulkan semangat dan optimisme baru,” jelasnya.
Dikatakan Afif, titik awal distribusi khususnya di Surabaya, menyasar para pekerja harian yang berada di beberapa wilayah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukolilo, Tegal Timur Baru.
“Selain pemulung sampah tentunya, ada beberapa warga yang juga menjadi pedagang asongan, ART harian, buruh cuci, penjaga parkir, janda dhuafa dsb. Bersama dengan GoTroops dan mitra Gojek, kami menyambangi rumah penduduk satu per satu untuk menghindari kerumunan serta tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelas Afif.
YABB dalam hal ini juga berterima kasih kepada NU Care - LazisNU yang telah menjadi mitra YABB dalam menyalurkan bantuan di Surabaya Raya agar tepat sasaran bagi para pekerja harian yang membutuhkan.
Afif Amrullah selaku Ketua PW LAZISNU Jawa Timur mengatakan senang dapat berkolaborasi dengan Yayasan Anak Bangsa Bisa dan dapat terlibat dalam gerakan #SumbangSuara. “Gerakan ini penting karena tidak hanya langsung membantu janda dhuafa, para pekerja harian yang penghasilannya terdampak, tapi juga menimbulkan semangat dan optimisme baru,” jelasnya.
Dikatakan Afif, titik awal distribusi khususnya di Surabaya, menyasar para pekerja harian yang berada di beberapa wilayah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukolilo, Tegal Timur Baru.
“Selain pemulung sampah tentunya, ada beberapa warga yang juga menjadi pedagang asongan, ART harian, buruh cuci, penjaga parkir, janda dhuafa dsb. Bersama dengan GoTroops dan mitra Gojek, kami menyambangi rumah penduduk satu per satu untuk menghindari kerumunan serta tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelas Afif.
(msd)
Lihat Juga :