Terancam Ditelantarkan, Pemikul Jenazah COVID-19 Kota Bandung Gelar Aksi Protes
Minggu, 26 Desember 2021 - 14:50 WIB
loading...
PHL TPU Cikadut menggelar aksi unjuk rasa meminta kepastian nasib mereka. Foto/arif budianto
A
A
A
BANDUNG - Para pekerja harian lepas (PHL) pemikul jenazah COVID-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor TPU Cikadut, Minggu (26/12/2021). Aksi damai dilakukan sebagai bentuk kegelisahan nasib mereka yang terancam tak lagi menjadi PHL Kota Bandung.
Pantauan di lapangan, puluhan PHL mengelar aksi dengan membentangkan spanduk dan poster di sekitar Kantor TPU Cikadut dan pintu masuk TPU. Beberapa poster diantaranya bertuliskan "Waktu COVID-19 ramai kami dijadikan garda terdepan, sekarang kami disisihkan".
baca juga: 2 Akses Jalan Desa di Kabupaten Garut Terputus Akibat Longsor
Tak hanya itu, para PHL juga menuntut agar mereka tetap dipekerjakan di area pemakaman COVID-19. "Jadikan kami pekerja di area makam Cikadut yang memiliki luas tanah 68.000 meter" tulis spanduk lainnya.
Semantara itu, perwakilan PHL Cikadut Fajar mengatakan, aksi ini sebagai respons atas rencana akan diputuskannya kontrak kerja PHL pada 31 Desember 2021. Kondisi ini cukup miris, mengingat selama pandemi berlangsung, mereka selalu menjadi pekerja yang selalu hadir saat melakukan pemakaman jenazah COVID-19.
Pantauan di lapangan, puluhan PHL mengelar aksi dengan membentangkan spanduk dan poster di sekitar Kantor TPU Cikadut dan pintu masuk TPU. Beberapa poster diantaranya bertuliskan "Waktu COVID-19 ramai kami dijadikan garda terdepan, sekarang kami disisihkan".
baca juga: 2 Akses Jalan Desa di Kabupaten Garut Terputus Akibat Longsor
Tak hanya itu, para PHL juga menuntut agar mereka tetap dipekerjakan di area pemakaman COVID-19. "Jadikan kami pekerja di area makam Cikadut yang memiliki luas tanah 68.000 meter" tulis spanduk lainnya.
Semantara itu, perwakilan PHL Cikadut Fajar mengatakan, aksi ini sebagai respons atas rencana akan diputuskannya kontrak kerja PHL pada 31 Desember 2021. Kondisi ini cukup miris, mengingat selama pandemi berlangsung, mereka selalu menjadi pekerja yang selalu hadir saat melakukan pemakaman jenazah COVID-19.
Lihat Juga :