alexametrics

Polres Cimahi Ungkap 1 Hektare Ladang Ganja di Tengah Hutan

loading...
Polres Cimahi Ungkap 1 Hektare Ladang Ganja di Tengah Hutan
Kawasan hutan perbatasan dan terpencil Lembang lokasi ladang ganja yang berhasil diungkap oleh jajaran Satnarkoba Polres Cimahi, Minggu (12/7/2020). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A+ A-
BANDUNG BARAT - Polres Cimahi mengungkap 1 hektare kebun tanaman ganja di tengah hutan terpencil perbatasan Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Selain menyita ratusan pohon ganja, petugas dari Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi juga menangkap YN (25), petani yang diduga mengurus tanaman terlarang tersebut. (BACA JUGA:Klaster Secapa AD Ditemukan Berawal dari Perwira Siswa Sakit Bisul)

YN disergap petugas saat tengah tertidur di sebuah gubuk di tengah perkebunan tersebut, Minggu (12/7/2020). Anggota polisi juga mendapati empat tanaman ganja masih muda luar gubuk. YN pun digiring keluar gubuk dan diminta menunjukan tanaman ganja yang ditanam. (BACA JUGA:Tambah 2 Orang, Siswa, Staf, dan Pengajar Pusdikpom Terpapar Corona Jadi 101)

Lokasi yang berada di dalam kawasan hutan di antara pepohonan kina itu membuat petugas cukup dibuat ketja keras agar sampai di lokasi. Penyisiran dilakukan kurang lebih tiga jam, polisi berhasil mendapatkan ada 32 tanaman ganja muda. (BACA JUGA:4,5 Kg Sabu, 26 Kg Ganja, dan 14.528 Botol Miras Dimusnahkan di Polda Jabar)



Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki didampingi Kasatnarkoba, AKP Andri Alam Wijaya yang memimpin anggotanya harus berjalan kurang lebih dua kilometer dari titik terakhir kendaraan.

Kawasan hutan dan perkebunan terpencil sengaja dipilih oleh pelaku agar pohon ganja yang mereka tanam tidak terendus. Apalagi lokasi yang jadi tempat menanam ribuan pohon ganja itu merupakan jalan setapak dan berupa lereng tebing dengan kemiringan sekitar 40-50 derajat.



Pelaku juga menyiasati menyebar bibit ganja terpisah-pisah dalam plastik polibag supaya tidak menimbulkan kecurigaan warga. "Ini (ladang ganja) luasnya satu hektare. Ganja yang ditanam, ditutupi tanaman sayur-sayuran," kata AKBP Yoris.

Kapolres Cimahi mengemukakan, penggerebekan ini berawal dari tertangkapnya empat pengedar ganja di Kota Cimahi. Keempat tersangka mengaku mendapatkan pasokan ganja dari kawasan Lembang.

"Dari situ polisi pun lakukan pengembangan dan berhasil mendapati ladang ganja tersebut. "Kami masih harus minta keterangan YN, apakah dia pemilik ladang ganja ini atau bukan," ujar Kapolres.

Polres Cimahi Ungkap 1 Hektare Ladang Ganja di Tengah Hutan

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menunjukkan barang bukti tanaman ganja. Foto/Humas Polres Cimahi

Sementara, YN mengaku ladang ganja ini telah ada sejak setahun lalalu. Dalam setahun, ladang ganja yang diurus YN tersebut, telah empat kali panen. "Sekali panen bisa 40 kilogram daun ganja," ujar YN.

Salah seorang warga yang ditemui SINDOnews di lokasi penggerebekan, Abah Dase (51) menyebutkan, kawasan hutan ini biasa disebut oleh warga sekitar Bukit Tunggul.

Banyak pohon ganja yang ditanam oleh pelaku pastinya tidak diketahui warga. Selain kawasan tersebut merupakan daerah terpencil dan jauh dari permukiman warga, jarang warga mau masuk ke dalam hutan untuk bertani.

"Biasanya kalau bertani kan di dekat-dekat jalan. Kalau masuk ke hutan gini jarang. Makanya tidak ketahuan karena daerah sini kan ga dilewati," kata AKBP M Yoris Maulna Yusuf Marzuki kepada SINDOnews, Minggu (12/7/2020).

Menurut Yoris, penemuan ladang ganja ini untuk pertama kalinya terjadi. Warga juga banyak yang tidak menyangka karena kalaupun melihat, belum tentu tahu tanaman itu ganja.

Terlebih tanaman ganja dalam polibag tersebut disimpan di tempat-tempat yang sulit dijamah dan di antara pepohonan. "Kasus kaya gini (ladang ganja) baru sekarang. Sebelumnya belum pernah ada. Makanya warga juga kaget dan gak nyangka," ujar Kapolres Cimahi.

Kepala Desa Suntenjaya Asep Wahyono yang turut datang ke lokasi mengemukakan, tempat ladang ganja tersebut ditemukan berada di Bukit Tunggul perbatasan antara Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

"Di sini tuh ada Gunung Bukit Tunggul dan Bukit Tunggu. Lokasi ini (ladang ganja) masuknya Bukit Tunggul dan daerah perbatasan, makanya jarang orang beraktivitas di sini," kata Asep.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak