Bupati dan Wakil Bupati Jayapura Periode 2017-2022 Gelar Syukuran Akhir Masa Jabatan
Jum'at, 09 Desember 2022 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
“Ada banyak yang telah kita kerjakan bersama, biarlah semua yang kita kerjakan selama ini menjadi bermanfaat bagi daerah ini. Ada kebangkitan masyarakat adat, dan masih banyak lagi program yang telah kita kerjakan di daerah ini untuk kemajuan pembangunan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ondofolo Kampung Sosiri Boas Assa Enok mewakili seluruh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura menyatakan bahwa sebagai anak adat, Mathius Awoitauw telah mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawabnya sebagai anak adat. Bukti kepemimpinannya sebagai anak adat telah diwujudkan dengan mengangkat hak dan martabat adat.
Boas menegaskan, lembaga masyarakat adat di daerah ini bertahun-tahun tidak mendapat kesempatan untuk tampil menujukan jati dirinya akibat ruang untuk itu tertutup rapat. Kehadiran Mathius 10 tahun lalu di ‘Baneyau Moko’ (Gunung Merah) mendobrak segala sistim yang membelenggu adat bertahun-tahun, hingga hari ini adat boleh mendaoat ruang dalam pemerintahan di Kabupaten Jayapura.
Dirinya menerangkan, hanya pemimpin daerah yang tau adat yang mampu memberikan ruang kepada adat. Nilai-nilai kearifan lokal dengan penghormatan terhadan tatanan budaya telah diproteksi oleh pemerintah melalui kebijakan dan program Bupati Jayapura melalui program kebangkitan masyarakat adat.
Menyimak akan semua pengorbanan dan perjuangan Bupati Mathius demi mengangkat harkat martabat adat, maka sudah sepantasnya dia mendapat penghargaan dan apresiasi yang tinggi dari masyarakat adat di daerah ini.
Di tempat yang sama, Ondofolo Kampung Sosiri Boas Assa Enok mewakili seluruh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura menyatakan bahwa sebagai anak adat, Mathius Awoitauw telah mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawabnya sebagai anak adat. Bukti kepemimpinannya sebagai anak adat telah diwujudkan dengan mengangkat hak dan martabat adat.
Boas menegaskan, lembaga masyarakat adat di daerah ini bertahun-tahun tidak mendapat kesempatan untuk tampil menujukan jati dirinya akibat ruang untuk itu tertutup rapat. Kehadiran Mathius 10 tahun lalu di ‘Baneyau Moko’ (Gunung Merah) mendobrak segala sistim yang membelenggu adat bertahun-tahun, hingga hari ini adat boleh mendaoat ruang dalam pemerintahan di Kabupaten Jayapura.
Dirinya menerangkan, hanya pemimpin daerah yang tau adat yang mampu memberikan ruang kepada adat. Nilai-nilai kearifan lokal dengan penghormatan terhadan tatanan budaya telah diproteksi oleh pemerintah melalui kebijakan dan program Bupati Jayapura melalui program kebangkitan masyarakat adat.
Menyimak akan semua pengorbanan dan perjuangan Bupati Mathius demi mengangkat harkat martabat adat, maka sudah sepantasnya dia mendapat penghargaan dan apresiasi yang tinggi dari masyarakat adat di daerah ini.
Lihat Juga :