BBVet Maros Sudah Periksa Lebih dari 2.000 Spesimen COVID-19
Jum'at, 10 Juli 2020 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Risman menerangkan BBVet Maros ini mempunyai tugas dan fungsi pokok sebagai pelaksana penyidikan, pengujian veteriner dan pengembangan teknik serta metoda penyidikan dan pengujian veteriner.
BBVet Maros dikatakan sudah memiliki fasilitas Bio Safety Laboratorium Level-2 (BSL-2) dan tersertifikasi SNI ISO/IEC 17025 dan sejak bulan Mei 2020 telah melakukan pengujian COVID-19 berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementan.
Baca Juga: Sulsel Ajukan 4 Laboratorium untuk Uji Spesimen Covid-19
Dengan banyaknya tugas dan fungsi yang dimiliki BBVet Maros, Risman berharap DPRD bisa terus mengawal dan bersinergi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat untuk memahami tentang pentingnya kesehatan hewan khususnya yang berdampak pada manusia atau zoonosis, maupun sebaliknya.
"Kami harapkan pula DPRD dapat memberikan prioritas anggaran di bidang kesehatan hewan dinas provinsi maupun dinas kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan," tambahnya.
Kepala Bidang Yanvet sekaligus Ketua Tim Covid-19 BBVet Maros, Muflihanah, menjelaskan, proses penerimaan spesimen di tahap pelaporan hasil uji, dilakukan Running RT-PCR sebanyak 2 sampai 3 kali sehari dan disesuaikan dengan jumlah spesimen yang diterima dari Faskes. Sementara kapasitas maksimal sebanyak 93 spesimen dalam 3 sampai 5 jam sekali running (proses penerimaan sampel, ektraksi RNA dan penambahan RNA).
BBVet Maros dikatakan sudah memiliki fasilitas Bio Safety Laboratorium Level-2 (BSL-2) dan tersertifikasi SNI ISO/IEC 17025 dan sejak bulan Mei 2020 telah melakukan pengujian COVID-19 berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementan.
Baca Juga: Sulsel Ajukan 4 Laboratorium untuk Uji Spesimen Covid-19
Dengan banyaknya tugas dan fungsi yang dimiliki BBVet Maros, Risman berharap DPRD bisa terus mengawal dan bersinergi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat untuk memahami tentang pentingnya kesehatan hewan khususnya yang berdampak pada manusia atau zoonosis, maupun sebaliknya.
"Kami harapkan pula DPRD dapat memberikan prioritas anggaran di bidang kesehatan hewan dinas provinsi maupun dinas kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan," tambahnya.
Kepala Bidang Yanvet sekaligus Ketua Tim Covid-19 BBVet Maros, Muflihanah, menjelaskan, proses penerimaan spesimen di tahap pelaporan hasil uji, dilakukan Running RT-PCR sebanyak 2 sampai 3 kali sehari dan disesuaikan dengan jumlah spesimen yang diterima dari Faskes. Sementara kapasitas maksimal sebanyak 93 spesimen dalam 3 sampai 5 jam sekali running (proses penerimaan sampel, ektraksi RNA dan penambahan RNA).
Lihat Juga :