Jam Malam Diberlakukan, PKL di Kota Mojokerto Menjerit
Selasa, 28 April 2020 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
"Sekarang kami buka pukul 15.00 WIB, tapi yang pembeli baru mulai datang pukul 17.00 WIB. Karena saat ini bulan puasa. Kemudian pukul 18.30 WIB kami sudah mulai persiapan tutup. Praktis hanya 1,5 jam saja dagangan kami laku," imbuh wanita berusia 36 tahun ini.
Ibu tiga anak ini pun berharap, ada kebijakan lain yang bisa dikeluarkan Pemkot Mojokerto. Minimal, tambahan jam waktu buka hingga pukul 21.00 WIB. May pun mengerti akan bahaya penyebaran virus Corona yang sudah banyak menelan korban jiwa. Namun pendapatannya tak berbanding lurus dengan kebutuhan keluarga jika jam malam terus diberlakukan.
"Harapannya kami, agar jam malam ini diundur 2-3 jam saja, sampai pukul 21.00 WIB atau 22.00 WIB. Agar kami tetap bisa mencari nafkah. Agar penghasilan kami ada meski sedikit. Karena meski buka sejak pagi, pembeli sepi, karena sekarang puasa," kata May penuh harap.
Senada dengan May, Nonok PKL yang setiap hari menjajakan makanan berbahan buah pisang ini mengaku sangat keberatan dengan kebijakan diberlakukannya jam malam. Sebab, hal itu memberikan imbas yang luar biasa pada penghasilan pria berusia 51 tahun ini. Betapa tidak, omzet penjualannya turun hingga 50% pasca kebijakan jam malam diberlakukan.
"Berasa sekali penurunannya, sampai 50%. Biasanya perhari dapat Rp1,5 juta, sekarang malah gak sampai Rp1 juta pendapatan kotor sehari. Lha bagaimana, biasanya kami buka dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Sekarang pukul 19.00 WIB sudah harus ikut tutup," ungkap Nonok.
Ibu tiga anak ini pun berharap, ada kebijakan lain yang bisa dikeluarkan Pemkot Mojokerto. Minimal, tambahan jam waktu buka hingga pukul 21.00 WIB. May pun mengerti akan bahaya penyebaran virus Corona yang sudah banyak menelan korban jiwa. Namun pendapatannya tak berbanding lurus dengan kebutuhan keluarga jika jam malam terus diberlakukan.
"Harapannya kami, agar jam malam ini diundur 2-3 jam saja, sampai pukul 21.00 WIB atau 22.00 WIB. Agar kami tetap bisa mencari nafkah. Agar penghasilan kami ada meski sedikit. Karena meski buka sejak pagi, pembeli sepi, karena sekarang puasa," kata May penuh harap.
Senada dengan May, Nonok PKL yang setiap hari menjajakan makanan berbahan buah pisang ini mengaku sangat keberatan dengan kebijakan diberlakukannya jam malam. Sebab, hal itu memberikan imbas yang luar biasa pada penghasilan pria berusia 51 tahun ini. Betapa tidak, omzet penjualannya turun hingga 50% pasca kebijakan jam malam diberlakukan.
"Berasa sekali penurunannya, sampai 50%. Biasanya perhari dapat Rp1,5 juta, sekarang malah gak sampai Rp1 juta pendapatan kotor sehari. Lha bagaimana, biasanya kami buka dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Sekarang pukul 19.00 WIB sudah harus ikut tutup," ungkap Nonok.
Lihat Juga :