Korea Selatan Sebut Kim Jong-un Masih Hidup
Selasa, 28 April 2020 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
Namun, para pejabat Korea Selatan (Korsel) dan China mengatakan kondisi Kim berbahaya. Mereka juga mendeteksi aktivitas yang tidak normal di Korut. Situs berita berbasis di Seoul, Daily NK, melaporkan dengan mengutip sumber anonim di Korut menyatakan Kim menjalani perawatan medis di Hyangsan, utara Pyongyang. “Kim dalam proses pemulihan setelah melaksanakan operasi kardiovaskular pada 12 April lalu,” demikian Daily NK.
Setelah itu, banyak media Korsel melaporkan dengan mengutip sumber yang enggan disebutkan namanya bahwa Kim Jong-un tinggal di kawasan Wonsan. Pada Jumat lalu (24/4), harian lokal Newsis mengutip sumber Korsel bahwa kereta khusus yang digunakan Jong-un berada di Wonsan, sedangkan pesawat pribadinya berada di Pyongyang. Newsis melaporkan Jong-un kemungkinan diamankan agar terhindar infeksi Covid-19.
Berbeda dengan itu, China mengirim tim medis ke Korut, termasuk pakar kesehatan untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Tidak jelas kunjungan tim medis China menunjukkan kondisi kesehatan Kim.
Sementara itu, Reuters melaporkan berdasarkan citra satelit yang diperoleh dari 38 North, lembaga pemantau Korut berbasis di Washington, menyatakan kereta khusus milik Kim Jong-un terlihat pekan ini di sebuah resor. 38 North melaporkan, kereta itu berhenti di “stasiun kepemimpinan” di Wonsan pada 21-23 April lalu. Stasiun itu biasanya digunakan oleh keluarga Kim Jong-un.
Reuters belum bisa mengonfirmasi apakah kereta tersebut merupakan kereta Kim atau apakah dia berada di Wonsan. “Keberadaan kereta itu belum bisa membuktikan keradaan pemimpin Korut atau mengindikasi tentang kondisi kesehatannya,” demikian laporan North 38.
Melansir Newsweek, salah seorang pejabat senior Pentagon membenarkan adanya rumor mengenai meninggalnya Jon-Un. Namun, Pentagon masih akan memantau terus aktivitas di Korut, maupun pergerakan militer negara tersebut. "Dengan kehadiran kereta di Wonsan dan ketidakhadirannya dari dua peristiwa besar, tentu ada kredibilitas untuk melaporkan bahwa Jong-Un berada dalam kondisi kesehatan yang serius atau berpotensi meninggal," kata pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Yang jelas, Pentagon mengungkapkan bahwa AS tetap mempertahankan kesiapan militer di semenanjung Korea untuk melindungi Korsel dari pergerakan militer Korut.
Spekulasi tentang kesehatan Kim Jong-un berkembang saat dia tidak hadir dalam ulang tahun Bapak Bangsa Korut dan kakeknya, Kim Il-sung, pada 15 April lalu. Media Korut melaporkan keberadaan Kim terakhir pada pertemuan 11 April lalu.
Sementara itu, mantan pejabat Partai Pekerja, Lee Jeong-ho, mengungkapkan bahwa Jong-un bisa saja terluka dalam proses pelaksanaan uji coba peluncuran misil yang dilaksanakan pada 14 April lalu. “Kim tidak hadir dalam laporan uji coba ketika tidak ada video peluncuran misil dan latihan tempur dilaksanakan. Itu menunjukkan adanya kemungkinan kecelakaan tak diprediksi seperti serpihan atau kebakaran,” katanya dalam artikel di harian Korsel, Dong-a Ilbo, dilansir Daily Mail.
Setelah itu, banyak media Korsel melaporkan dengan mengutip sumber yang enggan disebutkan namanya bahwa Kim Jong-un tinggal di kawasan Wonsan. Pada Jumat lalu (24/4), harian lokal Newsis mengutip sumber Korsel bahwa kereta khusus yang digunakan Jong-un berada di Wonsan, sedangkan pesawat pribadinya berada di Pyongyang. Newsis melaporkan Jong-un kemungkinan diamankan agar terhindar infeksi Covid-19.
Berbeda dengan itu, China mengirim tim medis ke Korut, termasuk pakar kesehatan untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Tidak jelas kunjungan tim medis China menunjukkan kondisi kesehatan Kim.
Sementara itu, Reuters melaporkan berdasarkan citra satelit yang diperoleh dari 38 North, lembaga pemantau Korut berbasis di Washington, menyatakan kereta khusus milik Kim Jong-un terlihat pekan ini di sebuah resor. 38 North melaporkan, kereta itu berhenti di “stasiun kepemimpinan” di Wonsan pada 21-23 April lalu. Stasiun itu biasanya digunakan oleh keluarga Kim Jong-un.
Reuters belum bisa mengonfirmasi apakah kereta tersebut merupakan kereta Kim atau apakah dia berada di Wonsan. “Keberadaan kereta itu belum bisa membuktikan keradaan pemimpin Korut atau mengindikasi tentang kondisi kesehatannya,” demikian laporan North 38.
Melansir Newsweek, salah seorang pejabat senior Pentagon membenarkan adanya rumor mengenai meninggalnya Jon-Un. Namun, Pentagon masih akan memantau terus aktivitas di Korut, maupun pergerakan militer negara tersebut. "Dengan kehadiran kereta di Wonsan dan ketidakhadirannya dari dua peristiwa besar, tentu ada kredibilitas untuk melaporkan bahwa Jong-Un berada dalam kondisi kesehatan yang serius atau berpotensi meninggal," kata pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Yang jelas, Pentagon mengungkapkan bahwa AS tetap mempertahankan kesiapan militer di semenanjung Korea untuk melindungi Korsel dari pergerakan militer Korut.
Spekulasi tentang kesehatan Kim Jong-un berkembang saat dia tidak hadir dalam ulang tahun Bapak Bangsa Korut dan kakeknya, Kim Il-sung, pada 15 April lalu. Media Korut melaporkan keberadaan Kim terakhir pada pertemuan 11 April lalu.
Sementara itu, mantan pejabat Partai Pekerja, Lee Jeong-ho, mengungkapkan bahwa Jong-un bisa saja terluka dalam proses pelaksanaan uji coba peluncuran misil yang dilaksanakan pada 14 April lalu. “Kim tidak hadir dalam laporan uji coba ketika tidak ada video peluncuran misil dan latihan tempur dilaksanakan. Itu menunjukkan adanya kemungkinan kecelakaan tak diprediksi seperti serpihan atau kebakaran,” katanya dalam artikel di harian Korsel, Dong-a Ilbo, dilansir Daily Mail.
Lihat Juga :