Polri Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pengelolaan Tambang Timah Ilegal di Bekasi, 1 WN Korsel
Kamis, 06 Februari 2025 - 21:22 WIB
loading...
Polri menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus pengelolaan tambang timah ilegal di Bekasi Jawa Barat. FOTO/RIANA RIZKIA
A
A
A
BEKASI - Polri menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus pengelolaan tambang timah ilegal di Bekasi Jawa Barat. Salah satu pelaku merupakan warga negara asal Korea Selatan (Korsel).
"Satu yang kita tetapkan statusnya sebagai tersangka inisialnya Mr J, peranannya sebagai kepala operasional mempunyai modal. Kemudian mengepalai operasional di gudang (pengelolaan timah ilegal di Bekasi)," kata Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud, Kombes Pol Donny Charles Go di Gedung Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025).
"Beliau adalah WNA dari Korea Selatan. Saat ini yang kita amankan, rencana (balok timah) akan dikirim ke Korsel," sambungnya.
Baca juga: Polri Sita Timah Batangan Ilegal 5,8 Ton, Bakal Diselundupkan ke Korsel
Donny mengatakan, selain menjadi pemodal sekaligus kepala operasional pengelolaan timah ilegal, Mr J juga berperan dalam memberikan gaji kepada tujuh pekerja yang saat ini statusnya merupakan saksi dalam kasus tersebut.
"Sedangkan 7 lainnya mereka statusnya sebagai saksi, karena mereka adalah pekerja, mereka posisinya hanya digaji oleh Mr J, dan mereka digaji setiap bulan Rp5 juta per kepala," katanya.
Donny mengatakan, satu tersangka lainnya merupakan Direktur CV Galena Alam Raya Utama (GARU), yang mengelola gudang tempat pengolahan timah ilegal tersebut.
"Satu yang kita tetapkan statusnya sebagai tersangka inisialnya Mr J, peranannya sebagai kepala operasional mempunyai modal. Kemudian mengepalai operasional di gudang (pengelolaan timah ilegal di Bekasi)," kata Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud, Kombes Pol Donny Charles Go di Gedung Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025).
"Beliau adalah WNA dari Korea Selatan. Saat ini yang kita amankan, rencana (balok timah) akan dikirim ke Korsel," sambungnya.
Baca juga: Polri Sita Timah Batangan Ilegal 5,8 Ton, Bakal Diselundupkan ke Korsel
Donny mengatakan, selain menjadi pemodal sekaligus kepala operasional pengelolaan timah ilegal, Mr J juga berperan dalam memberikan gaji kepada tujuh pekerja yang saat ini statusnya merupakan saksi dalam kasus tersebut.
"Sedangkan 7 lainnya mereka statusnya sebagai saksi, karena mereka adalah pekerja, mereka posisinya hanya digaji oleh Mr J, dan mereka digaji setiap bulan Rp5 juta per kepala," katanya.
Donny mengatakan, satu tersangka lainnya merupakan Direktur CV Galena Alam Raya Utama (GARU), yang mengelola gudang tempat pengolahan timah ilegal tersebut.
Lihat Juga :