Guncangan Gempa Jember, BMKG: Jenis Dangkal Akibat Patahan Batuan

Selasa, 06 Desember 2022 - 14:19 WIB
loading...
Guncangan Gempa Jember, BMKG: Jenis Dangkal Akibat Patahan Batuan
Gempa Jember merupakan gempa tektonik jenis dangkal akibat patahan batuan. Gempa berpusat di Samudera Hindia di Selatan Jawa, Jember, Selasa (6/12/2022). Foto/BMKG
A A A
JEMBER - Gempa Jember merupakan gempa tektonik jenis dangkal akibat patahan batuan. Guncangan gempa berpusat di Samudera Hindia di Selatan Jawa, tepatnya Jember, Jawa Timur pada Selasa (6/12/2022) pukul 13.07 WIB.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo (M)6,0.

Baca juga: Gempa Jember M6,2 Terasa hingga Malang, Bikin Warga Panik

"Episenter gempa terletak pada koordinat 10,70 derajat LS ; 113,38 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 223 km arah selatan Kota Jember, pada kedalaman 10 km," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

Dia menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, maka termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi/patahan batuan di zona outerise.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," lanjutnya.

Daryono memaparkan, guncangan gempa dirasakan di Jember, Gubukmas, Mataram, Kepanjen, dan Sumberpucung dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan akan truk berlalu).

Baca juga: BREAKING NEWS! Jember Diguncang Gempa Dahsyat M6,2 dengan Kedalaman 10 Km

Sedangkan di Kuta dan Kuta Selatan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Selanjutnya di Madiun, Ponorogo, Bantul,Yogyakarta, Sawahan, Klaten, Banyuwangi, dan Karangasem dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tandas Daryono.

Tercatat adanya 2 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar magnitudo 4,6.

"Masyarakat diimbau menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," imbaunya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2449 seconds (10.177#12.26)