Mengerikan! Pasutri Bunuh Pelajar SMK, Jasad Tinggal Kerangka Dikubur 2 Tahun di Kebun Nanas

Sabtu, 03 Desember 2022 - 08:10 WIB
loading...
Mengerikan! Pasutri...
Polisi melakukan olah TKP pembunuhan pelajar SMK di Tarakan, Kaltara oleh pasutri dan seorang pelaku lainnya. Foto/iNews TV/Usman Coddang
A A A
TARAKANA - Tangis keluarga pecah saat pembongkaran makam Aya Gading Ramadan (19) di kebun atau lada nanas. Pelajar SMK di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) itu ternyata menjadi korban pembunuhan setelah dinyatakan hilang sejak dua tahun lalu.

Mengerikan! Pasutri Bunuh Pelajar SMK, Jasad Tinggal Kerangka Dikubur 2 Tahun di Kebun Nanas

Pasutri Edy Guntur dan Afrilia tersangka pembunuhan terhadapAya Gading Ramadan, pelajar SMK di Tarakan digelandang ke Polres Tarakan. Foto/iNews TV/Usman Coddang

Penggalian jasad korban yang tinggal kerangka dilakukan oleh anggota Polres Tarakan dan Polda Kalimantan Utara di ladang nanas RT 01, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara. Proses penggalian disaksikan oleh pihak keluarga korban.

Baca juga: Niat Lerai Perkelahian, Pelajar SMP Tewas Ditusuk Pelajar SMK

Jasadnya ditemukan tinggal kerangka dan sebagian tulang ada yang hilang. Orang tua korban histeris melihat anaknya telah menjadi rangka dan dengan menyisakan pakaian yang masih dikenakannya terakhir kali.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia menjelaskan, kasus pembunuhan sadis yang tersimpan rapat selama dua tahun ini terkuat karena pelaku secara tidak sadar bercerita kepada orang lain bahwa membunuh korban.

"Selanjutnya informasi ini dilaporkan kepada polisi oleh orang tua korban pada 27 November 2022 lalu," katanya, Sabtu (3/12/2022).

Setelah diselidiki akhirnya terungkap bahwa korban tewas di tangan sepupunya bernama Edy Guntur (23) dan istrinya, Afrila (22) dan rekannya Mendila (45).

Baca juga: Sekeluarga di Sukoharjo Dibunuh, Pembunuhan Sudah Direncanakan?

Pasangan suami istri (pasutri) ini telah ditahan. Sedangkan Mendila masih buron dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Korban awalnya telah sekitar dua tahun tak kunjung pulang ke rumah. Hingga sempat dikabarkan hilang dan meninggalkan rumah usai berselisih paham dengan orang tuanya.

Namun hilangnya korban akhirnya terkuak. Ternyata korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK tewas secara tragis di tangan sepupunya, tersangka Edy Guntur.

"Hasil penyidikan, kasus ini tergolong pembunuhan berencana di latar belakangi akan menjadikan korban sebagai alat pemeras kepada orang tuanya. Pelaku terdesak untuk mengembalikan uang milik orang tua korban yang digunakan tersangka untuk main judi online," papar Kapolres.



Pembunuhan diawali pencekikan menggunakan kabel kemudian kedua tersangka saling menarik dari kiri dan kanan. Sebelum memastikan korban meninggal, tersangka Edy Guntur sempat mendekap korban dan menusuk bagian dada korban. Hal ini pun terlihat dari baju korban yang ditemukan ada bekas lubang tusukan.

Setelah dipastikan meninggal korban dikubur di ladang nanas tak jauh dari tempat para tersangka tinggal yaitu di rumah jaga kandang ayam potong.

Korban dikubur di kedalaman lima puluh sentimeter. Karena tidak dalam, polisi menduga ada beberapa bagian tulang tubuh korban yang hilang diduga karena dibawa binatang.

Guna memastikan identitas jasad korban, polisi melakukan autopsi dan akan dilakukan tes DNA serta kecocokan rahang gigi.

Ketiga pelaku terancam Pasal 340 jo Pasal 338 dengan ancaman pidana hukuman mati atau seumur hidup karena melakukan pembunuhan berencana.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Ratusan Pelajar dan...
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti Istana untuk Anak Sekolah
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
Rekomendasi
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Berita Terkini
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved