Siswa SD Korban Bullying hingga Koma Bakal Didampingi Tim Psikolog
Sabtu, 26 November 2022 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Sejauh ini pihaknya mengaku belum memberikan asesmen ke korban karena terkendala kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar di rumah sakit (RS) tempat MW dirawat. Namun melihat kemungkinan yang ada, pihaknya akan melakukan kunjungan ke rumah korban untuk lebih kondusif.
Baca juga: Jadi Korban Perundungan, Siswa SD di Malang Alami Pembengkakan dan Pendarahan Otak
Pendampingan psikis itu nantinya juga melihat seberapa parah dari trauma yang dialami oleh MW saat ini. Jika memang kondisinya pihaknya juga telah menyiapkan psikiater dan psikolog untuk penanganannya.
“Tergantung traumanya ringan, sedang, atau berat, kalau dia dinyatakan berat biasanya kita sampai ke psikologis klinis, itu perlu atau tidak, biasanya kalau sedang sama berat, antara tiga sampai lima kali, tapi kalau ringan satu dua kali selesai,” jelasnya.
Harapannya dengan pendampingan psikis tiga sampai lima kali pertemuan ke korban, bisa secepatnya tertangani tanpa harus melalui psikiater.
“Si anak ini bisa memanage traumanya, otaknya bisa memanage kejadiannya seperti ini, ya bisa hilangkan trauma tersebut dilupakan, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi harapannya itu,” bebernya.
Selain pendampingan ke korban, tim psikolog dari P3A akan mendampingi tujuh orang anak yang terduga pelaku perundungan.
Baca juga: Jadi Korban Perundungan, Siswa SD di Malang Alami Pembengkakan dan Pendarahan Otak
Pendampingan psikis itu nantinya juga melihat seberapa parah dari trauma yang dialami oleh MW saat ini. Jika memang kondisinya pihaknya juga telah menyiapkan psikiater dan psikolog untuk penanganannya.
“Tergantung traumanya ringan, sedang, atau berat, kalau dia dinyatakan berat biasanya kita sampai ke psikologis klinis, itu perlu atau tidak, biasanya kalau sedang sama berat, antara tiga sampai lima kali, tapi kalau ringan satu dua kali selesai,” jelasnya.
Harapannya dengan pendampingan psikis tiga sampai lima kali pertemuan ke korban, bisa secepatnya tertangani tanpa harus melalui psikiater.
“Si anak ini bisa memanage traumanya, otaknya bisa memanage kejadiannya seperti ini, ya bisa hilangkan trauma tersebut dilupakan, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi harapannya itu,” bebernya.
Selain pendampingan ke korban, tim psikolog dari P3A akan mendampingi tujuh orang anak yang terduga pelaku perundungan.
Lihat Juga :