Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Selasa, 23 Juni 2026 - 18:14 WIB
loading...
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin membuka acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur hari ini. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wali Kota Jakarta Pusat Arifin membuka acara Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) dan Temu Karya di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur hari ini. Arifin mengatakan pentingnya pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai benteng bagi generasi muda untuk mengalihkan energi para pelajar ke arah yang lebih positif, mengingat maraknya isu kenakalan remaja di Ibu Kota.
"Mudah-mudahan dengan aktivitas kegiatan yang positif ini, hal-hal yang menjadi negatif dari berbagai aktivitas anak-anak sekolah di Jakarta Pusat bisa berkurang. Ya apalagi yang berkaitan tawuran, perundungan, pembullyan, dan sebagainya," ujar Arifin di sela-sela kegiatan Jumbara dan Temu Karya PMR hari ini, Selasa (23/6/2026).
Arifin menjelaskan PMR menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini, mulai dari tingkat SD (Mula), SMP (Madya), hingga SMA (Wira). Fokus utamanya yakni membangun karakter yang peduli terhadap sesama. "Kita tahu bahwa PMR itu lebih mengedepankan tentang bagaimana kegotongroyongan. Kemudian juga bagaimana dia memberikan satu kerelaan untuk menolong orang lain," tuturnya.
Baca juga: Jakarta Siapkan 24.000 CCTV Terintegrasi, Begal dan Tawuran Jadi Target Pengawasan
Acara tersebut diikuti oleh 1.725 peserta dan berlangsung selama tiga hari ini. Arifin pun memberikan apresiasi karena kegiatan besar tersebut tidak membebankan biaya kepada para siswa, sehingga semua kalangan bisa ikut serta.
"Mudah-mudahan dengan aktivitas kegiatan yang positif ini, hal-hal yang menjadi negatif dari berbagai aktivitas anak-anak sekolah di Jakarta Pusat bisa berkurang. Ya apalagi yang berkaitan tawuran, perundungan, pembullyan, dan sebagainya," ujar Arifin di sela-sela kegiatan Jumbara dan Temu Karya PMR hari ini, Selasa (23/6/2026).
Arifin menjelaskan PMR menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini, mulai dari tingkat SD (Mula), SMP (Madya), hingga SMA (Wira). Fokus utamanya yakni membangun karakter yang peduli terhadap sesama. "Kita tahu bahwa PMR itu lebih mengedepankan tentang bagaimana kegotongroyongan. Kemudian juga bagaimana dia memberikan satu kerelaan untuk menolong orang lain," tuturnya.
Baca juga: Jakarta Siapkan 24.000 CCTV Terintegrasi, Begal dan Tawuran Jadi Target Pengawasan
Acara tersebut diikuti oleh 1.725 peserta dan berlangsung selama tiga hari ini. Arifin pun memberikan apresiasi karena kegiatan besar tersebut tidak membebankan biaya kepada para siswa, sehingga semua kalangan bisa ikut serta.
Lihat Juga :