Kisah Prabu Brawijaya Perintahkan Bunuh Anaknya demi Sembuhkan Penyakit

Rabu, 23 November 2022 - 05:33 WIB
loading...
A A A
Penyerahan hasil padi telah diserahkan kepada sang prabu dan diterima oleh para pembesar yang ditugaskan. Sementara itu, Bondan Kejawan menuju tempat gamelan Sekar Dalima, hadiah dari Raja Campa.

Bondan Kejawan bermain gamelan Sekar Dalima, sedangkan gamelan Sekar Dalima adalah gamelan pusaka yang tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang. Gamelan tersebut hanya dimainkan di waktu-waktu tertentu saja. Sontak bunyi gamelan itu membuat terkejut orang banyak.

Sang Prabu Brawijaya segera memberikan perintah untuk memeriksa siapa yang berani memainkan ganelan Sekar Dalima itu.

Ketika Bondan Kejawan ditangkap dan ditanya siapa nama dan dari mana asalnya, ia mengaku bahwa ia adalah anak Ki Masahar, juru sawah. Bondan Kejawan dibawa menghadap ke sang prabu.

Dalam hati sang prabu gembira melihat putranya kembali. Beliau tidak percaya bahwa Bondan Kejawan adalah anak kandung Ki Masahar.

Bagaimana pun Bondan Kejawan adalah putranya sendiri yang pernah dititipkan dan disuruh dibunuh karena penafsiran ramalan dari nujum mengenai perpindahan Majapahit ke Mataram.

Baca: Strategi Licik Sultan Agung, Racuni Sungai Brantas untuk Taklukan Surabaya.

Oleh karena itu sang prabu tidak marah, bahkan malah memberi hadiah dua bilah keris bernama Mahisa Nuar dan Malela, serta berpesan kepada Ki Masahar supaya Bondan Kejawan dititipkan kepada Ki Ageng Tarub.

Ki Masahar dan Bondan Kejawan segera berangkat ke Tarub. Sampai di Tarub, Bondan Kejawan diserahkan kepada Ki Ageng Tarub. Bondan Kejawan diterima baik dan kemudian diambil menantu oleh Ki Ageng, dikawinkan dengan cucu perempuannya Dyah Nawang Sih, keturunan bidadari Nawang Wulan.

Baca Juga: Kisah Pilu Ranggalawe, Dituduh Memberontak dan Akhirnya Terbunuh di Pinggir Sungai.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2121 seconds (11.97#12.26)