Santri Pesantren di Sragen Meninggal, Diduga Dianiaya Senior
Rabu, 23 November 2022 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Sampai di pondok dan melihat keponakannya sudah diselimuti kain kafan, lanjut Nurhuda, dia kemudian membukanya. Saat itu terlihat ada bekas luka lebam di wajah dan tubuh bocah kelas IX MTs itu.
"Kata pihak pondok, korban sempat membuat pelanggaran tidak menjalankan piket," katanya.
Baca: Terbakar Cemburu, Warga OKU Selatan Bunuh Suami Mantan Istri.
Nurhuda kemudian mengutip penjelasan dari pihak pondok, pada Sabtu (19/11/2022) malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban dipanggil oleh seniornya, santri kelas 1 SMA dan sempat mendapat hukuman karena tidak menjalankan piket.
Setelah itu korban dilarikan ke klinik di Masaran dan dinyatakan meninggal dunia. "Setelah kami lapor polisi, jenazah kemudian divisum di RS Moewardi Solo," pungkasnya.
Baca Juga: Terima Bantuan Perindo, Ratusan Pengungsi Korban Gempa Cianjur Mengaku Terharu.
Sementara, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi mengaku belum bisa berkomentar karena masih mengkonfirmasi informasi tersebut.
"Kata pihak pondok, korban sempat membuat pelanggaran tidak menjalankan piket," katanya.
Baca: Terbakar Cemburu, Warga OKU Selatan Bunuh Suami Mantan Istri.
Nurhuda kemudian mengutip penjelasan dari pihak pondok, pada Sabtu (19/11/2022) malam sekitar pukul 23.00 WIB, korban dipanggil oleh seniornya, santri kelas 1 SMA dan sempat mendapat hukuman karena tidak menjalankan piket.
Setelah itu korban dilarikan ke klinik di Masaran dan dinyatakan meninggal dunia. "Setelah kami lapor polisi, jenazah kemudian divisum di RS Moewardi Solo," pungkasnya.
Baca Juga: Terima Bantuan Perindo, Ratusan Pengungsi Korban Gempa Cianjur Mengaku Terharu.
Sementara, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi mengaku belum bisa berkomentar karena masih mengkonfirmasi informasi tersebut.
(nag)
Lihat Juga :