Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Ogan Ilir Habisi Tetangga secara Sadis

Senin, 21 November 2022 - 23:07 WIB
loading...
Sakit Hati Sering Diejek, Pria di Ogan Ilir Habisi Tetangga secara Sadis
Pria di Ogan Ilir ini ungkap alasannya membunuh tetangga secara sadis karena sakit hati. Foto: Istimewa
A A A
OGAN ILIR - Sakit hati karena sering diejek, Romli (45), warga Desa Betung II, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir nekat menghabisi nyawa seorang petani nanas dengan sadis, Arfani (50), Minggu (20/11/2022) kemarin. Korban dibunuh dengan cara ditembak dan dibacok.

Romli mengatakan bahwa korban semasa hidup sering mengejek dirinya. Tidak hanya itu, korban juga disebut telah merusak sepeda motor miliknya.

Baca juga: 2 Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Gasak Motor Milik Ibu Rumah Tangga

"Dia (korban) ini sering mengejek saya, lalu motor saya juga dirusak olehnya. Tapi saya tidak punya bukti untuk melaporkannya. Karena kesal, timbul niat saya untuk membunuhnya,” ujar Romli di hadapan Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman, Senin (21/11/2022).

Dalam rencananya untuk menghabisi nyawa korban, tersangka rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli senjata api (senpi) rakitan.



“Empat bulan lalu saya beli senpi ini. Saya sengaja membeli senpi rakitan ini karena memang untuk membunuh korban," ungkapnya.

Pelaku membunuh korban dengan cara menembak bagian perut dua kali, empat kali bacokan di perut, pundak, leher dan bagian wajah, hingga korban meninggal di TKP yang tak lain rumah korban sendiri.

Baca juga: Pria Bejat di Lubuklinggau Cabuli Anak Kekasih yang Masih di Bawah Umur

Meski telah menghabisi nyawa korban, namun Romli mengaku saat itu dirinya belum punya niat untuk menghabisi nyawa orang tua korban yang dinilainya juga sering mengejek dirinya.

"Saya juga berniat ingin membunuh bapaknya, Pak Jamil. Karena bapaknya itu juga sering mengejek saya. Saya sakit hati sekali pak, sama korban dan bapaknya," tuturnya.

Usai membunuh korban, tersangka mengaku tidak lari ke mana-mana. Dia hanya berdiam diri di rumahnya yang tidak jauh dari rumah korban.

"Setelah membunuh korban, sampai pukul 15.00 WIB saya di rumah saja. Saya tahu ada anjing pelacak mengendus rumah saya, setelah itu saya lari ke kebun, dan tidak lari ke mana-mana lagi, saya di kebun saja,” tuturnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1124 seconds (10.101#12.26)