6 Raja Wanita Penguasa Nusantara, Nomor 3 Pegang Peran Besar di Majapahit

Senin, 21 November 2022 - 15:01 WIB
loading...
6 Raja Wanita Penguasa...
Terdapat sejumlah raja wanita yang pernah menguasai nusantara. Salah satunya Ratu Nahrasiyah. Foto DOK @SejarahAceh
A A A
JAKARTA - Terdapat sejumlah raja wanita yang pernah menguasai nusantara . Bahkan di antara mereka sempat mengantarkan kerajaannya mencapai masa keemasan.

Dalam sejarah kerajaan nusantara tidak semata-mata kekuasaan dipegang oleh kaum pria. Hal ini mungkin akan sulit dipercaya, karena ditengah sistem patriarki yang kental di masa lalu akan sulit bagi seorang wanita menguasai dan memerintah sebuah kerajaan.

Baca juga : Ini Raja Wanita yang Pernah Memerintah Kerajaan Majapahit, Nomor 2 Hidupkan Budaya Lokal

Berikut enam raja wanita yang pernah menguasai nusantara :

1. Ratu Nahrasiyah - Samudera Pasai

Dilansir dari fin.unusia.ac.id, Ratu Nahrasiyah merupakan ratu dari kerajaan Samudra Pasai yang berkuasa dari 1405-1428M. Selama masa pemerintahannya, banyak perempuan terlibat aktif dalam penyebaran Islam, beberapa di antaranya menjadi penyiar agama.

Selain itu Ratu ini juga berhasil meningkatkan laju perdagangan, serta kerap memperjuangkan hak-hak perempuan yang kala itu sering diremehkan. Karena itu raja perempuan ini selalu dihormati teruntuk kalangan wanita.

2. Sultanah Safiatuddin - Aceh

Sultanah Safiatuddin merupakan putri tertua dari Sultan Iskandar Muda, yang pernah menjadi raja di Kesultanan Aceh Darussalam. Dia memiliki gelar Paduka Sri Sultanah Ratu Safiatuddin Tajul Alam Syah Johan Berdaulat Zillu Ilahi fi'I Alam.

Selama memerintah selama 35 tahun, Sultanah Safiatuddin membentuk barisan perempuan pengawal istana yang turut bertempur di dalam Perang Malaka pada tahun 1639. Pada masa kekuasaannya ini ilmu dan kesusastraan juga mulai berkembang pesat di Aceh.

Hal itu dikarenakan Sultanah Safiatuddin dikenal sebagai sosok yang cerdas, bahkan diketahui dia menguasai empat bahasa lain yakni Bahasa Arab, Persia, Spanyol, dan Urdu.

3. Ratu Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddhani - Majapahit

Dikutip dari jurnal bertajuk "Kedudukan dan Peran Perempuan Dalam Masa Jawa Kuno : Era Majapahit", sepeninggal Jayanegara, Gajah Mada memohon pada Dyah Gayatri agar menjadi penguasa Majapahit berikutnya. Namun sang ratu yang telah sepuh menolaknya dengan halus dan mengajukan putrinya Tribhuwanattunggadewi sebagai penguasa berikutnya.

Tugas dari sang raja perempuan ini ialah untuk memperbaiki kekacauan yang terjadi setelah era Jayanegara. Dialah yang mengangkat Gajah Mada menjadi mahapatih dan menghasilkan Sumpah Palapa.

Selain itu Tribhuwanottunggadewi juga berperan dalam menaklukkan wilayah Sadengan, Keta, Sumatera, dan Bali. Serta mendapat kepercayaan penuh dari rakyatnya. Dia memerintah selama 22 tahun sebelum akhirnya takhta diserahkan pada putranya Hayam Wuruk pada 1350 M.

Baca juga : Kisah Siasat Raja Mataram Utus Wanita Cantik untuk Taklukkan Madiun

4. Ratu Dyah Suhita - Majapahit

Selain Ratu Tribhuwanottunggadewi tercatat pula nama Dyah Suhita yang memimpin Majapahit pada 1429-1447 M. Kemunculannya ini tak lepas dari kisruhnya kerajaan Majapahit selepeninggalan Hayam Wuruk, dia mulai memerintah setelah Perang Paregreg.

Ketika itu Suhita diangkat menjadi pemimpin di usianya yang masih muda yakni 20 tahun. Dalam masa kepemimpinannya selama 28 tahun, dia sempat menata kembali kerajaan Majapahit yang diambang kehancuran.

5. Ratu Shima - Kalingga

Raja perempuan ini memerintah Kerajaan Kalingga tahun 670-730 M. Selama 60 tahun masa kekuasaannya dia dikenal sebagai ratu yang tegas dalam menegakkan hukm.

Dia bahkan sempat mau menghukum anaknya sendiri hanya karena menyentuh kantung emas yang terjatuh di alun alun. Nilai kejujuran yang diterapkannya ini memang membuat masyarakat banyak mengaguminya.

6. Dyah Tulodong - Mataramn Kuno

Perempuan yang memimpin Kerajaan Mataram Kuno pada 919 - 924 M ini dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. Namun, tidak banyak kisah yang menjelaskan bagaimana wanita ini memerintah Kerajaan Mataram, hanya terdapat beberapa penemuan dari prasasti.

Dalam Prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. Ditinjau dari ciri-cirinya, tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi, jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Dinding Bisu Kekuasaan
Dinding Bisu Kekuasaan
Cerita Yenny Wahid tentang...
Cerita Yenny Wahid tentang Perannya saat Gus Dur Menjabat Presiden
Rekomendasi
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved