Komunitas Trail Tawon, Si Pembelah Belantara dan Pesisir Selatan Malang

Rabu, 08 Juli 2020 - 19:56 WIB
loading...
Komunitas Trail Tawon,...
Komunitas motor trail di Malang saat nrabas bareng di sejumlah hutan dan perbukitan kawasan Malang.Foto/ist
A A A
MALANG - Bagi penunggang motor trail, menjadi kepuasan tersendiri bila berhasil menaklukkan jalanan penuh bebatuan besar, tikungan tajam di antara tebing dan rimbunnya pohon yang memicu adrenalin.

Demikian pula dengan komunitas motor trail Malang yang bernama Tawon. Komunitas ini merupakan bagian dari komunitas SuperAdventure dan berdisi sejak lima tahun terakhir ini.

Komunitas ini di kalangan penggila tantangan sangat familiar di Kota Malang. Selain usianya yang cukup tua di dunia penggeber motor di luar jalur aspal, komunitas ini juga rajin membuka jalur baru di belantara hutan Malang serta pesisir pantai selatan.

“Kalau buka jalur baru sudah cukup banyak kami lakukan, seperti Jalur Naga di Kawasan Bromo,” kata leader Komunitas Trail Tawon Malang, Didik Prastya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2020).

(Baca juga: Begal Pantat yang Korbannya Ibu Dosen Berhijab, Dibekuk Polisi )

Menurutnya, jalur naga cukup menantang. Kontur yang terjal menguras tenaga para anggota komunitas SuperAdventure Malang ini. Jalur naga di Bromo ini menghubungkan wilayah Jarak Ijo menuju Pananjakan.

“Ketika pertama membuka jalur ini kami juga harus mencangkuli jalan yang akan dilalui. Sangat menantang dan selalu jadi moment yang tak terlupakan” paparnya.

(Baca juga: Rawat Motor Saat Pandemi Ala Komunitas Motor Gede Surabaya )

Didik berkisah, jalur baru yang telah dibuka oleh komunitasnya sudah tidak terhitung. Pembukaan jalur baru bukan sekadar menghubungkan lokasi satu ke lokasi lainnya. Namun juga menjadi tempat baru para anggota ini untuk ‘ngetrail’.

Menurut pria yang sudah delapan tahun bergelut dalam dunia geber gas di jalur ekstrem ini, peminat ngegas ke alam ini cukup banyak dengan beragam usia. Bahkan, ada anggota yang sudah berusia 55 tahun semangatnya tetap membara. Kegiatan SuperAdvaneture ini punya penggemar yang loyal.

Komunitas Trail Tawon, Si Pembelah Belantara dan Pesisir Selatan Malang


Kegiatan ngetrail atau istilah mereka adalah ‘nrabas’ dengan membelah belantara hutan hingga pesisir pantai ini rutin dilakukan setiap akhir pekan. Sekali nrabas kata dia ada sekitar 10 hingga 15 anggota. Dia juga sering nrabas bareng dengan komunitas trail yang lain seperti Upluk, Btrax, dan klub lainnya termasuk komunitas di wilayah yang akan dilalui.

Hoby ini sangat 'mahal', selain harus memiliki motor yang mumpuni, resiko cidera seperti patah tulang juga terus mengintai setiap nrabas. Karena itu kehati-hatian dan skill juga harus diperhatikan agar saat nrabas tidak cidera. “Ada yang jatuh patah tulang, setelah sembuh ya jalan lagi,” ungkapnya.

Lalu kenapa nama komunitasnya Tawon? “Cerita awalnya ada salah satu teman kami disengat tawon, terus saya juga disengat, jadi kami namakan komunitas ini tawon," tuturnya berkisah. Tawon berdiri 12 Januari 2015, kini anggotanya ada puluhan, dengan beragam profesi dari anggota TNI, pengusaha, hingga karyawan swasta.

Dia juga memberikan tips bagi bikers yang ingin menekuni dunia motor trail dan terjun ke arena SuperAdventure “Kalau mau nrabas hal yang harus diperhatikan adalah kondisi ban. Kalau cuaca hujan pakai ban pacul trail, kalau kering pakai ban standar. Kalau yang lain ya di-bore up biar lebih kenceng, kemudian gir belakang digedein,” ulasnya.

Motor yang banyak digunakan adalah KLX, CRF, serta motor kustom dengan CC di atas 200.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dapat Dukungan Komunitas...
Dapat Dukungan Komunitas Otomotif, Airin Sinergikan Pengembangan Pariwisata Banten
Kembali Terjadi, Pemotor...
Kembali Terjadi, Pemotor Trail Rusak Alam dan Tanaman Endemik di Tahura Djuanda Bandung
Pimpin Badak Putih Trail...
Pimpin Badak Putih Trail Run 2023, Danrem 061/SK Brigjen Anan Nurakhman: Ajang Silaturahmi TNI-Polri
Trabas Merdeka 20 Mengulang...
Trabas Merdeka 20 Mengulang Sejarah di Batu Karas Pangandaran
Sambut HUT ke-78 RI,...
Sambut HUT ke-78 RI, Offroader Cirebon Jelajah Tugu Kopassus Brebes
Trimatra Internasional...
Trimatra Internasional Gelar SABER Monarch Art-omotive Fest 2023, Bangkitkan Ekonomi Kreatif
15 Tahun Jaga Eksistensi,...
15 Tahun Jaga Eksistensi, SOCI Berupaya Mempersolid Kebersamaan Anggota
Dukung Formula E Jakarta,...
Dukung Formula E Jakarta, Komunitas Mobil Listrik MG Parade Ratusan Kendaraan  
Pakai Mesin Hybrid e-Power,...
Pakai Mesin Hybrid e-Power, Teaser Nissan X-Trail 2026 Beredar
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved