Ini Penyebab Bus Rombongan Paskibra Terbalik di Tol Terbanggi-Kayuagung

Kamis, 17 November 2022 - 15:54 WIB
loading...
Ini Penyebab Bus Rombongan Paskibra Terbalik di Tol Terbanggi-Kayuagung
Bus rombongan yang membawa Paskibraka asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mengalami kecelakaan di ruas jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A A A
KAYUAGUNG - Kecelakaan tunggal menimpa bus pengangkut rombongan Paskibraka asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Bus terguling di ruas jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung, tepatnya di Km 297 + 900.

Baca juga: Bus Pariwisata Terguling di Tol Porong-Sidoarjo, 3 Penumpang Tewas dan Puluhan Terluka

Menurut Kepala Seksi Ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung, Erja Aditya, kecelakaan tunggal hingga mengakibatkan bus terguling, terjadi pada Rabu (16/11/2022) sore, sekitar pukul 15:42 WIB.



"Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, bus yang mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling tersebut, melaju dari arah Palembang, menuju ke arah Lampung," ujar Erja Aditya, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: 2 TKI Ilegal Ditemukan Tewas dalam Isiden Kapal Terbalik di Perairan Kabil Batam

Dalam video yang dibagikan akun @muaraenimcom, terlihat bus Pariwisata Cahaya Wisata bernomor polisi BG 7205 KB terguling, dan melintang memenuhi badan jalan tol. "Diduga sopir yang mengemudi bus kurang fokus. Sehingga menyebabkan kehilangan kendali," jelas Erja Aditya.

Sopir diduga panik dan menabrak pembatas jalan, hingga membuat bus terguling di bahu luar menghadap ke arah selatan. "Kecelakaan ini tidak berdampak pada arus lalu lintas yang di jalan tol. Insiden ini telah ditangani oleh Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Terpeka, dengan melibatkan pihak kepolisian daerah," tegasnya.

Baca juga: Menggelikan! Polisi Berseragam Digendong Warga Gara-gara Takut Banjir

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol, agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol. Serta berkendara di kecepatan maksimal 80 km per jam. Mengecek kondisi kendaraan sebelum mengemudi. Memastikan berkendara dalam kondisi prima, dan tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk," pungkasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1127 seconds (10.177#12.26)