Pemkot Semarang Didesak Jangan Tutupi Informasi Perusahaan yang Terpapar COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Pria asal Demak itu menyampaikan, perusahaan menjadi klaster COVID-19 bukan perkara baru. Sebelumnya peristiwa serupa menimpa perusahaan rokok ternama di Jawa Timur.
"Seperti contoh di Jawa Timur, ada pabrik Sampoerna yang menjadi klaster COVID-19. Dan itu informasinya sangat terbuka. Mestinya yang di sini (Semarang) juga melakukan hal sama," terangnya.
"Jadi semua kalangan masyarakat bisa ikut turut serta menahan laju penyebaran COVID-19 tentu dengan penerapan protokol kesehatan era new normal ini harus disiplin dan dimulai dari diri sendiri. Selain itu, perlu kerja sama yang kuat antara pemerintah, pengusaha, dan juga masyarakat pekerja," pungkas dia. (BACA JUGA: 300 Karyawan Perusahaan di Semarang Terkonfirmasi Positif Corona)
Sebelumnya diberitakan, tiga perusahaan menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Kota Semarang Jawa Tengah. Ratusan orang dari tiga perusahaan itu dinyatakan positif sehingga harus menjalani karantina untuk mengembalikan kondisi kesehataan masing-masing.
”Setidaknya ada tiga perusahaan dari hasil pengujian yang dilakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.
"Seperti contoh di Jawa Timur, ada pabrik Sampoerna yang menjadi klaster COVID-19. Dan itu informasinya sangat terbuka. Mestinya yang di sini (Semarang) juga melakukan hal sama," terangnya.
"Jadi semua kalangan masyarakat bisa ikut turut serta menahan laju penyebaran COVID-19 tentu dengan penerapan protokol kesehatan era new normal ini harus disiplin dan dimulai dari diri sendiri. Selain itu, perlu kerja sama yang kuat antara pemerintah, pengusaha, dan juga masyarakat pekerja," pungkas dia. (BACA JUGA: 300 Karyawan Perusahaan di Semarang Terkonfirmasi Positif Corona)
Sebelumnya diberitakan, tiga perusahaan menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Kota Semarang Jawa Tengah. Ratusan orang dari tiga perusahaan itu dinyatakan positif sehingga harus menjalani karantina untuk mengembalikan kondisi kesehataan masing-masing.
”Setidaknya ada tiga perusahaan dari hasil pengujian yang dilakukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.
Lihat Juga :