Sembuh COVID-19, 4 Anggota Polda DIY Donorkan Plasma Darah untuk Pasien Corona
Rabu, 08 Juli 2020 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Rukmono menjelaskan untuk proses pengambilan plasma darah dengan metode versus. Dimana dengan alat ini hanya mengambil plasma seseorang tidak mengambil sel erektrosit atau sel trombosit atau sel legosit. Jadi murni hanya mengambil plasmanya. “Nantinya akan diambil 400 mililiter (ml),” paparnya.
Plasma darah itu, nantinya akan diolah 2 X 200 ml dan disiapkan untuk pasien COVID-19. Bila belum dipakai akan disimpan dalam waktu cukup lama bisa berbulan-bulan bahkan bisa satu tahun baru dicairkan kepada pasien.
Pasien COVID-19 yang sembuh dan akan donor plasma darah, bisa melakukan donor tidak hanya satu kali. Tapi bisa donor lagi, setelah 14 hari donor. “Plasma darah 400 ml dari pasien yang sembuh COVID-19, untuk satu pasien,” paparnya. (BACA JUGA: Ikut UTBK, Perjuangan Tuna Netra Yovan Wujudkan Cita-cita Jadi Guru)
Menurut Rukmono plasma darah ini untuk pasien COVID-19 dengan kategori sedang, berat dan kritis, untuk pasien COVID-19 kategori ringan tidak diberikan.
Ipda Agung Utoro mengatakan ada dua alasan mengapa mereka melakukan donor plasma darah tersebut. Pertama kemanusian dan kedua sebagai kado ulang tahun Polri ke 74, 1 Juli 2020.
“Sebagai anggota Polri jiwa raga kami untuk kemanusiaan. Jadi ada kesempatan membantu sesama kenapa tidak untuk manfaat orang lain,” terangnya.
Plasma darah itu, nantinya akan diolah 2 X 200 ml dan disiapkan untuk pasien COVID-19. Bila belum dipakai akan disimpan dalam waktu cukup lama bisa berbulan-bulan bahkan bisa satu tahun baru dicairkan kepada pasien.
Pasien COVID-19 yang sembuh dan akan donor plasma darah, bisa melakukan donor tidak hanya satu kali. Tapi bisa donor lagi, setelah 14 hari donor. “Plasma darah 400 ml dari pasien yang sembuh COVID-19, untuk satu pasien,” paparnya. (BACA JUGA: Ikut UTBK, Perjuangan Tuna Netra Yovan Wujudkan Cita-cita Jadi Guru)
Menurut Rukmono plasma darah ini untuk pasien COVID-19 dengan kategori sedang, berat dan kritis, untuk pasien COVID-19 kategori ringan tidak diberikan.
Ipda Agung Utoro mengatakan ada dua alasan mengapa mereka melakukan donor plasma darah tersebut. Pertama kemanusian dan kedua sebagai kado ulang tahun Polri ke 74, 1 Juli 2020.
“Sebagai anggota Polri jiwa raga kami untuk kemanusiaan. Jadi ada kesempatan membantu sesama kenapa tidak untuk manfaat orang lain,” terangnya.
Lihat Juga :