Gelombang Setinggi 2,5 Meter Mengancam Perairan Sulut, Ini Lokasinya

Senin, 14 November 2022 - 15:34 WIB
loading...
Gelombang Setinggi 2,5 Meter Mengancam Perairan Sulut, Ini Lokasinya
Gelombang laut setinggi 2,5 meter mengancam perairan Sulut. Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Maritim Bitung, gelombang bakal terjadi hingga Januari. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
BITUNG - Gelombang laut setinggi 2,5 meter mengancam perairan Sulawesi Utara (Sulut). Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Bitung, gelombang tinggi bakal terjadihingga Januari.

Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta mewaspadai terjangan gelombang tinggi ini.

Baca juga: Gerhana Bulan Total, BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi

"Secara normal memang pada November dan Desember ketinggian gelombang itu mulai naik, dan puncaknya diperkirakan pada Januari," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung pada BMKG Sulut Ricky Daniel Aror di Manado, Senin (14/11/2022).

Peringatan dini gelombang dikeluarkan BMKG Stamar Bitung hingga 15 November 2022.



Pada umumnya, angin diprakirakan bertiup dari arah utara - timur dengan kecepatan 6 - 20 knot. Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Laut Sulawesi bagian Tengah dan bagian Timur, serta bagian utara perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dia menyebutkan, tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter (sedang) tersebut berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian Tengah dan Timur, perairan Kepulauan Sangihe.

Baca juga: Peringatan Gelombang Tinggi, BMKG Minta Nelayan Waspada

Kondisi serupa terjadi di perairan Kepulauan Talaud, bagian timur perairan Kepulauan Sitaro, bagian timur perairan Bitung - Likupang serta Laut Maluku bagian Utara.

"Mari tetap waspada, kalau memang tidak memungkinkan untuk berlayar, bisa diurungkan dan nanti dilanjutkan bila benar-benar aman," ajaknya.

Dia menambahkan, meski ketinggian gelombang mulai terjadi pada November hingga Desember, namun gelombang dengan ketinggian 1,5 meter hingga 2,5 meter ini tidak terjadi sepanjang hari.

"Ada periodisasinya. Mungkin pekan ini ada tiga hari gelombang tinggi, hari berikutnya mulai mereda, begitu siklusnya," pungkasnya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1934 seconds (11.252#12.26)