Kunjungi Pasar Tanjungsari Sumedang, Mendag: Harga Beras Rp 9.400, Bayarnya Bisa Pakai QRIS

Jum'at, 11 November 2022 - 13:13 WIB
loading...
Kunjungi Pasar Tanjungsari Sumedang, Mendag: Harga Beras Rp 9.400, Bayarnya Bisa Pakai QRIS
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan kembali melakukan sidak harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional. (Ist)
A A A
SUMEDANG - Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan kembali melakukan sidak harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional. Kali ini di Pasar Tanjungsari, Sumedang.

"Seperti biasa, sebagai menterinya Ibu-ibu, menterinya pasar becek, Saya hari-hari memang rutin ke pasar untuk memastikan stok dan harga barang kebutuhan pokok aman." Jelas Zulkifli Hasan, di Pasar Tanjungsari, Sumedang (11/11)

Dari hasil pemantauannya, Mendag mengaku bersyukur harga-harga barang kebutuhan pokok terpantau stabil cenderung turun.

"Kita bersyukur harga-harga stabil bahkan ada yang turun, misalnya beras di sini (Pasar Tanjungsari) bisa dibeli dengan harga Rp 9.400 /Kg. Bayarnya pun sekarang mudah, bisa pakai QRIS, canggih sekarang, cukup dengan Smartphone sudah bisa belanja," lanjut Zulhas.

Lebih lanjut Zulhas menjelaskan bahwa beras dengan harga Rp 9.400 adalah beras yang hadir di pasaran hasil penugasan Kemendag ke Perum Bulog melalui program KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga)

"Sesuai arahan Pak Presiden untuk menstabilisasi harga beras di pasaran, makan Kemendag hadir bersama Bulog menyediakan beras dengan harga terjangkau," papar Zulhas.

Baca: Truk Rem Blong Tabrak Sejumlah Motor di Banyumanik Kota Semarang.

Tak hanya beras, harga barang kebutuhan pokok lain juga terpantau stabil cenderung turun antara lain cabai merah kriting Rp 40.000, Ayam Rp 32.000, Bawang Merag Rp 35.000, dan MinyaKita dijual dengan harga Rp 13.500.

"Ayam itu bahkan terlalu murah sebenarnya, normalnya itu Rp 35.000, kalau terlalu murah nanti peternak yang menggemukkan ayamnya bangkrut," tutup Mendag.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1230 seconds (10.101#12.26)