Target Pajak Sulsel Turun Rp1 Triliun Lebih Gegara Pandemi COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi dampak COVID-19. Karena pergerakan masyarakat terbatas dan dibatasi selama pandemi. Terus juga karena menurunnya perekonomian daerah dan keadaan ekonomi masyarakat yang berdampak ke penerimaan pajak," paparnya.
Sementara realisasi pendapatan melalui penerimaan pajak di triwulan kedua tahun ini juga belum normal. Capaiannya masih rendah, baru mencapai 53,87% atau senilai Rp1,531 triliun. Angka ini dikatakan turun 6,07% jika dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Baca Juga : Pembebasan Denda Pajak Kendaraan di Sulsel Diperpanjang hingga 30 September
Meski begitu, Reza tak menampik akan ada kemungkinan penyesuaian target pajak ini, bahkan diusulkan meningkat. Saat pembahasan APBD Perubahan. "Kita rencanakan memang begitu. Tapi jumlahnya masih sementara dibahas, karena melihat situasi perkembangan pendapatan juga," tandas Reza.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Junaedi menambahkan, pihaknya masih mempersiapkan pembahasan APBD Perubahan 2020. Meski dikatakan memungkinkan tidak untuk dilakukan.
"Masih disiapkan. Tapi SKB Mendagri dan Menteri Keuangan itu, pemerintah daerah dapat, atau memungkinkan tidak melakukan APBD perubahan karena situasi ini masih pandemi COVID-19. Kalaupun bicara target PAD, Bapenda melihat tetap masih ada potensi peningkatan untuk perubahan APBD 2020," jelas Edi.
Sementara realisasi pendapatan melalui penerimaan pajak di triwulan kedua tahun ini juga belum normal. Capaiannya masih rendah, baru mencapai 53,87% atau senilai Rp1,531 triliun. Angka ini dikatakan turun 6,07% jika dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Baca Juga : Pembebasan Denda Pajak Kendaraan di Sulsel Diperpanjang hingga 30 September
Meski begitu, Reza tak menampik akan ada kemungkinan penyesuaian target pajak ini, bahkan diusulkan meningkat. Saat pembahasan APBD Perubahan. "Kita rencanakan memang begitu. Tapi jumlahnya masih sementara dibahas, karena melihat situasi perkembangan pendapatan juga," tandas Reza.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Junaedi menambahkan, pihaknya masih mempersiapkan pembahasan APBD Perubahan 2020. Meski dikatakan memungkinkan tidak untuk dilakukan.
"Masih disiapkan. Tapi SKB Mendagri dan Menteri Keuangan itu, pemerintah daerah dapat, atau memungkinkan tidak melakukan APBD perubahan karena situasi ini masih pandemi COVID-19. Kalaupun bicara target PAD, Bapenda melihat tetap masih ada potensi peningkatan untuk perubahan APBD 2020," jelas Edi.
(sri)
Lihat Juga :